INFRASTRUKTUR BANTUL : Pemerintah Bantah Boroskan Anggaran Rp1 Miliar, Lalu?

Ilustrasi taman kota (JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
05 Oktober 2016 12:28 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Infrastruktur Bantul berupa pembangunan taman kota diperuntukan car free day.

Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membantah pembangunan proyek taman atau landscape senilai hampir Rp1 miliar sisa-sia dan memboroskan anggaran daerah. Taman tersebut disiapkan untuk program car free day di Bantul.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/04/infrastruktur-bantul-belum-setahun-miliaran-proyek-taman-diganti-baru-758104">INFRASTRUKTUR BANTUL : Belum Setahun, Miliaran Proyek Taman Diganti Baru)

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Yudho Wibowo mengakui, pemerintah membongkar taman atau landscape dengan jalan konblok di dekat lapangan Paseban yang menjadi jantung Kota Bantul.

Namun ia mengklaim tidak ada kerugian anggaran, pemborosan anggaran maupun pembangunan yang sia-sia dari keputusan membongkar taman tersebut.

“Kami hanya mendesain ulang supaya lebih bagus. Kan biasa bangunan di desain ulang,” ungkap Yudho Wibowo, Selasa (4/10/2016).

Pemerintah membongkar jalan konblok di taman dan akan menggantinya dengan keramik. Menruut Yudho, aset seperti konblok masih disimpan Pemkab jadi masih bisa digunakan. Kendati demikian dia mengakui pemerintah sudah terlanjur mengeluarkan uang untuk membayar pekerja dan membiayai proses lelang. Taman tersebut mulanya dikerjakan pada 2015 dengan anggaran mencapai hampir Rp1 miliar. Belum berumur setahun, proyek itu kini dibongkar diganti dengan yang baru.

Menurut Yudho, ada usulan dari Komisi C DPRD Bantul supaya landscape tersebut diperindah.  “Justru ada usulan tamannya dipercantik, ada yang bilang masa bentuknya cuma seperti itu saja [berupa jalan konblok],” papar dia.

Tahun ini kata Yudho, DPU mendapat anggaran lebih banyak dalam pembangunan taman dari semula hanya sekitar Rp900 juta lebih kini menjadi Rp1,4 miliar. Proyek pembangunan desain ulang taman itu melibatkan CV Setiabudi Jaya Perkasa.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, pembangunan taman itu untuk mendukung program car free day yang akan dilaksanakan di Bantul. Di taman tersebut terdapat rest area untuk bersantai serta area permainan anak yang dapat diakses warga saat car free day.

“Tapi kalau soal teknis bagaimana proyeknya saya enggak tahu. Saya enggak mengurusi proyek. Memang taman itu untuk mendukung car free day,” kata Suharsono.

Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis menyatakan, perencanaan pembangunan oleh Pemkab Bantul terkait taman kota itu buruk. Bangunan bernilai hampir satu miliar yang baru saja jadi justru dibongkar lantaran ada pembangunan baru.

“Kalau seperti itu namanya memboroskan anggaran. Muspro [sia-sia] proyek yang sudah dikerjakan,” tegas Wildan Nafis.