Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kecelakaan Gunungkidul dialami pelajar SMP
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Setidaknya tiga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Tepus tewas tenggelam di Telaga Mbamban, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Kamis (6/10/2016) siang. Diduga peristiwa nahas tersebut terjadi karena para korban tidak bisa berenang.
Para siswa yang meninggal itu antara lain AJi Saputro,14; Murgiyono,13, dan Hengki Kurniawan,13. Ketiga korban masih bertetanggan karena berasal dari desa yang sama, yakni Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, peristiwa nahas itu terjadi saat pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para siswa lebih awal karena ada salah satu kegiatan di Kecamatan Nglipar. Namun kebijakan untuk pulang lebih awal tak lantas membuat para siswa langsung pulang, karena ada sedikitnya sepuluh anak yang bermain di sekitar Telaga Mbamban.
Dari jumlah itu, lima di antaranya nekat berenang di kolam sedalam sekitar empat meter. Nahasnya, tiga dari lima siswa itu tidak begitu mahir dalam berenang sehingga tenggelam ke telaga. Kejadian itu langsung membuat suasana jadi histeris dan dua siswa lain yang ikut berenang langsung naik untuk meminta pertolongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Andropause makin banyak dialami pria usia produktif. Stres dan hormon memicu kelelahan, turunnya energi hingga kepercayaan diri.
Kemendikdasmen siapkan 150 ribu beasiswa S1/D4 untuk guru. Bantuan Rp3 juta per semester guna tingkatkan kualitas pendidikan nasional.
Ratusan biksu mengikuti prosesi pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Temanggung. Ritual sakral ini jadi rangkaian penting Tri Suci Waisak.
Petani di Padukuhan Krajan, Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul menghasilkan rata-rata 11,3-11,6 ton Gabah Kering Panen (GPK) per hektare dari demonstrasi pl
Bappenas mendorong hilirisasi sawit berbasis riset dan teknologi. Produk inovatif seperti kosmetik hingga material industri jadi fokus.