SEKOLAH DI JOGJA : Penjurusan saat Masuk SMA, Siswa Disiapkan Sejak Kelas IX

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah calon siswa menjalani pengukuran tinggi badan saat mendaftar di SMK Negeri 6 Yogyakarta, Rabu (01/07 - 2015). Di sekolah kejuruan yang memiliki tujuh jurusan dan empat keahlian itu akan menerima 416 siswa baru, 103 diantaranya telah terseleksi melaui jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Pendaftarasn siswa baru digelar hingga 3 Juli 2015.
09 Oktober 2016 09:20 WIB Jogja Share :

Sekolah di Jogja akan mulai menetapkan penjurusan pada saat pendaftaran jenjang SMA

Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) menunggu konsep penjurusan siswa yang direncanakan akan dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mulai 2017 mendatang.

Mereka siap mengikuti aturan dinas dengan catatan penjurusan dilakukan ketika proses pembelajaran di kelas IX sudah berjalan.

Kepala MTs Negeri Maguwoharjo Supangat menyatakan, memilih jurusan membutuhkan pertimbangan matang agar jurusan yang dipilih sesuai dengan bakat dan kemampuan siswa. Sementara siswa di tingkat SMP belum sepenuhnya dalam menentukan pilihan ini.

"Jika  memang benar penjurusan diterapkan mulai bangku SMP,  embrionya dimulai pada saat siswa di kelas IX. Setidaknya mereka secara usia lebih matang. Kalau diterapkan ketika di bangku kelas VIII saya kira siswa belum mampu ke arah sejauh itu," ujar Supangat kepada Harianjogja.com, Kamis (6/10/2016) pagi.

Sebenarnya, lanjut dia, penjurusan tetap efektif dilakukan ketika siswa sudah duduk di bangku SMA. Alasannya jelas menyangkut masalah kedewasaan siswa dalam menentukan pilihan. Apalagi penjurusan erat kaitannya dengan prestasi dan jenjang studi yang berkelanjutan nantinya.

"Tapi jika memang dinas ingin mencoba menerapkannya juga bagus. Kami siap mendukung. Segala sesuatu btuh dicoba dulu," tandasnya.

Pihaknya akan menunggu arahan dan sosialisasi yang akan disampaikan dinas, awal tahun nanti. Selanjutnya jika ada sosialisasi pasti terkait konsep ini, pihak MTs Negeri Maguwoharjo akan melakukan pendampingan intensif terhadap siswa dalam menentukan pilihan pada penjurusan ini.

"Kami akan maksimalkan pendampingan lewat guru BK. Dengan begitu minimal siswa akan mengerti penjurusan berdasarkan potensi dan minatnya sehingga tidak asal-asalan atau sekadar ikut teman," jelas dia.

Secara terpisah Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Jogja Samidi menyatakan belum mendapatkan informasi detail terkait konsep baru penjurusan siswa itu.

Samidi mengungkapkan, pihaknya menunggu sosialisasi resmi yang akan dilakukan dinas terkait pematangan konsep penjurusan tersebut.

Siswa SMPN 8 Jogja sejauh ini masih difokuskan untuk persiapan ujian nasional.

jika Disdikpora, ujar dia,  memang secara pasti akan menetapkan konsep tersebut, maka pihaknya akan segera memberikan pengarahan kepada orangtua dan siswa.

"Dari kebijakan Disdikpora sebelum diberlakukan mestinya akan ada sosialisasi ke sekolah untuk disampaikan ke siswa atau orangtua. Itulah yang kami tunggu kepastiannya," paparnya.

Adapun kebijakan penjurusan dimulai dari tingkat SMP itu merupakan upaya untuk mendukung konsep baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri pada tahun ajaran 2017/2018 mendatang.

Sistem PPDB nantinya seperti halnya model penjaringan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Dalam sistem PPDB terbaru ini,  calon peserta didik sudah bisa memilih jurusan serta sekolah yang akan dituju.