Kereta Api Berbahan Bakar Gas Mulai Diujicoba

11 Oktober 2016 17:26 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Kereta api berbahan bakar gas mulai diujicoba

Harianjogja.com, JOGJA--PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengembangkan penggunaan Liquified Natural Gas (LNG) sebagai bahan bakar Kereta Api (KA) dan merupakan pertama kali di Asia.

Uji coba penggunaan LNG sebagai bahan bakar KA dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta, Jogja, Selasa (11/10/2016).

Vice President LNG PT Pertamina (Persero) Didik Sasongko mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program konversi penggunaan High Speed Diesel (HSD) menjadi LNG dalam operasional Kereta Api merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

"Hal ini sebagai bagian dari upaya dukungan kedua BUMN dalam mendorong pemanfaatan LNG untuk transportasi," kata dia kepada wartawan di Balai Yasa Yogyakarta, Jogja, Selasa (11/10/2016).

Ia menjelaskan, sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua perusahaan yang dilaksanakan pada 28 Agusutus 2015. Kerja sama tersebut meliputi berbagai bidang salah satunya program konversi penggunaan HSD menjadi LNG.

Studi dan riset bersama sudah dilakukan baik dari Pertamina maupun KAI melalui uji statis dan dinamis Kereta Pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta pada  tahun ini.

Untuk memberikan dukungan, LNG didatangkan dari Bontang ke Pulau Jawa, dengan isotank melalui perjalanan laut dan darat.

Dia mengatakan, program diversifikasi penggunaan BBM ke LNG untuk transportasi ini telah sesuai dengan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi.

Dengan penggunaan LNG, konversi ini akan memberikan penghematan belanja BBM serta lebih ramah lingkungan.

“Jika pilot project ini sukses maka perseroan akan menjual LNG untuk kereta api, secara komersial pada April 2018,” kata dia.

Langkah terobosan yang ditempuh Pertamina dan KAI diharapkan dapat semakin menjadikan kereta api sebagai moda transportasi dan angkutan barang yang lebih efisien. Pertamina dan PT KAI akan bekerja sama untuk menyiapkan titik-titik pengisian.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM Republik Indonesia Sutijastoto mengatakan, melalui kerja sama ini masyarakat ditunjukkan pemanfaatan teknologi yang lebih efektif dan efisien.
Executive Vice President UPT Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto mengatakan, uji coba yang dilakukan sudah menunjukkan hasil yang baik dan terlihat dari kondisi performasi genset yang lebih bagus.

Ia mengakui hal ini akan mempengaruhi pola perawatan menjadi lebih efisien dan efektif.