EKTP GUNUNGKIDUL : Disdukcapil Akui Listrik Kerap Ganggu Layanan

12 Oktober 2016 07:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

EKTP Gunungkidul belum dapat memenuhi target karena terhambat masalah infrastruktur.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Layanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) di daerah pedalaman Gunungkidul terkendala listrik dan internet. Pemerintah diminta lebih peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul Eko Subiantoro mengakui persoalan sarana dasar seperti listrik kerap mengganggu layanan pembuatan KTP elektronik.

“Beberapa hari ini saja saya terima laporan dari Girisubo, Rongkop mengeluhkan listrik. Di Ponjong off [layanan] jam sembilan,” kata Eko Subiantoro, Selasa (11/10/2016).

Bahkan kata dia, di Kantor Disdukcapil yang berdiri di jantung Kota Wonosari juga kerap mengalami gangguan listrik sehingga mengganggu layanan pembuatan KTP elektronik.

“Di sini ada dua alat yang muspro [sia-sia] enggak kami pakai karena listrik sering njeglek [padam], misalnya mesin antrian,” tuturnya.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/10/11/ektp-gunungkidul-internet-dan-listrik-hambat-pelayanan-di-pelosok-760026">EKTP GUNUNGKIDUL : Internet dan Listrik Hambat Pelayanan di Pelosok)

Eko menyebut, krisis layanan dasar listrik itu terjadi hampir di seluruh wilayah di Gunungkidul. Pemadaman listrik makin meningkat setahun terakhir. Gangguan listrik menurutnya dapat memicu kerusakan peralatan elektronik seperti alat rekam data KTP dan lainnya.

Ia meminta kepala daerah dan otoritas terkait seperti perusahaan penyedia listrik lebih peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya pernah laporkan hal ini ke bupati, tapi belum ditindaklanjuti, harusnya bupati yang koordinasi dengan PLN [Perusahaan Listrik Negara], ini kebutuhan dasar masyarakat. Kalau seperti Disdukcapil ini tidak mengurusi operasional perkantoran,” imbuhnya lagi.