Budaya Jogja Lebih Layak Masuk Materi Siaran Media

Tarian pembuka sebelum diberangkatkan kirab budaya dalam rangka Festival Jeron Beteng di Kompleks Dalam Mangkubumen, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Minggu (25/9/2016).(Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
14 Oktober 2016 13:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Budaya Jogja bisa masuk dalam materi siaran Jogja

Harianjogja,com, KULONPROGO-Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) DIY menilai masih banyak konten dan materi siaran yang tidak sehat khususnya bagi anak-anak. Padahal, sejumlah potensi budaya lokal Jogja bisa menjadi salah satu materi siaran yang layak.

Sukiratnasari, wakil ketua KPDI DIY mengatakan bahwa sejumlah tayangan belum bisa mengkomodir kebutuhan konsumen.

“Masih ada ruang yang tidak sehat untuk anak dan remaja,” jelasnya dalam Rapat Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) Radio Suara Pasar, di Kelurahan Wates pada Kamis (13/10/2016) sore.

Namun, ia menilai bahwa peraturan daerah tentang penyiaran yang saat ini sedang disusun oleh Pemda DIY bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki hal tersebut.

Lebih lanjut, raperda tersebut juga seharusnya bisa mengangkat konten keistimewaan dan nilai budaya lokal Jogja, khususnya dalam materi siaran.

Adapun, EDP sendiri menjadi salah satu tahapan yang harus dijalani untuk mendapatkan izin penyiaran bagi radio. Tahapan ini menjadi ajang masukan dari masyarakat apabila memang ada keluhan akan gangguan dalam penyiaran.

Pimpinan Radio Suara Pasar, Yadi Haryadi mengatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya memasukkan unsur budaya dalam konten siarannya. Hal ini salah satunya dengan memutarkan wayang kulit dan angguk bagi para pendengarnya.

Hal tersebut berangkat dari radio ini yang berasal dari komunitas para pedagang di Pasar Wates. Selain hiburan budaya, dilakukan pula dialog interaktif dengan SKPD guna menyambungkan masyarakat.