WISATA KULONPROGO : Piknik ke Samigaluh Bareng Tour Bedah Menoreh

Ratusan peserta Tour Bedah Menoreh II memulai perjalanan menuju kawasan Samigaluh dari Lapangan Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Minggu (16/10/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
17 Oktober 2016 16:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo berupa Bedah Menoreh diujicoba

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ratusan pengendara sepeda motor mengikuti Tour Bedah Menoreh II yang digelar Adpro Event dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengda Jogja, Minggu (16/10/2016).

Para peserta memulai perjalanan menuju kawasan Samigaluh dari Lapangan Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo.

Acara yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kulonprogo itu dilaksanakan untuk ikut memeriahkan peringatan hari ulang tahun Kulonprogo ke-65.

Ketua IMI DIY, Nur Satwika mengatakan, peserta tahun ini diketahui meningkat dibanding 2015 lalu, yaitu dari 400 orang menjadi 500 orang. “Kami dari sisi otomotif ingin menyemarakkan ulang tahun Kulonprogo,” ujar Nur.

Nur mengungkapkan, sasaran Tour Bedah Menoreh adalah masyarakat umum, khususnya sekitar Kulonprogo. Mereka akan diajak menikmati keindahan perbukitan menoreh sekaligus potensi obyek wisata sekitar melalui kegiatan otomotif.

Tujuan utama mereka adalah kawasan perkebunan teh di Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh. Namun, mereka juga dijadwalkan mengunjungi Curug Sidoharjo di Desa Sidoharjo, Samigaluh serta Embung Banjaroya di Kalibawang.

Nur lalu memaparkan, Tour Bedah Menoreh tidak mengutamakan kecepatan. Panitia lebih menekankan kepada peserta untuk memperhatikan keselamatan. “Kami ingin semua taat aturan lalu lintas dan jadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Disparpora Kulonprogo, Krissutanto berharap Tour Bedah Menoreh bisa terus diadakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut relatif strategis bagi upaya promosi pariwisata di sepanjang perbukitan menoreh. Hal itu karena peserta diajak untuk mengeksplorasi potensi obyek wisata yang ada.

Meski begitu, Krissutanto menyadari jika Pemkab Kulonprogo masih banyak memiliki pekerjaan rumah di bidang pariwisata. Salah satunya adalah membangun infrastruktur yang lebih baik di Kulonprogo bagian utara, seperti akses jalan dan sarana prasana lain sebagai pendukung pengembangan obyek wisata.

Krissutanto berpendapat, kondisi infrastruktur yang memadai akan memberikan efek positif bagi perkembangan pariwisata Kulonprogo. Para wisatawan menjadi lebih mudah untuk dating berkunjung dan tidak kapok untuk kembali.

“Dengan demikian perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sepanjang bukit menoreh akan semakin terangkat,” ucap Krissutanto.