PILKADA JOGJA : Antisipasi Kerusuhan Pilkada, dari Pengerahan Massa hingga Ledakan Bom

18 Oktober 2016 08:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja diantisipasi dari kerusuhan seperti pengerahan massa hingga ledakan bom

Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian Resort Kota Jogja menggelar simulasi pengamanan pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja. Dalam simulasi yang digelar Senin (17/10/2016) di Alun-alun Utara (Altar) tersebut digambarkan terjadi kericuhan dalam tahapan pilwalkot.

Dua mobil polisi dengan sigap melakukan penyelamatan pasangan calon walikota dan sejumlah tamu VIP yang hendak menghadiri kampanye terbuka di lapangan Alun-alun karena ada penolakan dari massa yang hadir. Personel berseragam lengkap langsung menenangkan massa.

Namun kericuhan kemabli terjadi di beberapa tempat. Bahkan proses penghitungan suara menjadi sasarannya. Gara-garanya tim pasangan salah satu pasangan calon tidak menerima dengan hasil penghitungan suara, mereka pun merusak sejumlah fasilitas pemilu hingga terjadi bentrokan dengan polisi. Sejumlah orang yang dianggap provokator pun langsung diamankan ke dalam mobil polisi.

Setelah suasana mereda, giliran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja didemo. Massa yang tidak terima dengan hasil pemilu berusaha menduduki kantor KPU. Pasukan pengendali massa yang disiagakan depan kantor KPU kewalahan menghalau massa hingga membutuhkan bantuan personel Brigade Mobil Polda DIY.

Aksi dorong-dorongan antara polisi dan massa terjadi. Massa melempar sejumlah barang yang ditemukan di sekitar KPU ke arah polisi. Meski polisi berusaha memukul mundur, namun massa kian tak terkendali hingga memaksa polisi menembakkan gas air mata.

Tim usai massa dengan sepeda motor pun dikerahkan untuk mengejar orang-orang yang dianggap provokator kericuhan. Tembakan peluru karet dengan cara dipantulkan ke tanah pun diluncurkan untuk mengusir massa dari KPU.

Setelah suasana mereda, tiba-tiba ada ledakkan bom di sekitar kantor KPU. Datasemen penjinak bom Brimob Polda DIY dikerahkan untuk menetralisir dua tas lainnya yang diduga berisi rangkaian bom. Kedua tas tersebut pun langsung diledakkan ditempat.

Rangkaian peristiwa diatas merupakan simulasi pengamanan pilwalkot Jogja. Kapolresta Jogja Komisaris Besar Polisi Tommy Wibisono mengatakan simulasi itu diikuti oleh semua perwira dan anggota Polresta Jogja. "Ini kita simulasikan seolah-olah terjadi keos [dalam pilwalkot] nanti polisi menangani seperti itu bagaimana," kata Tommy disela-sela simulasi.