PILKADES DI BANTUL : Kerusuhan Tidak Pengaruhi Hasil Pilkades

Pilkades dan Pilkada 2015 di Sleman (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
24 Oktober 2016 20:55 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Pilkades di Bantul sempat mengalami rusuh

Harianjogja.com, BANTUL—Kerusuhan yang sempat terjadi pada saat penyelengaraan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Jatimulyo, Argomulyo, dan Trimulyo tidak mempengaruhi hasil Pilkades di desa tersebut.

Calon Kepala Desa (Kades) terpilih akan tetap mengikuti rangkaian Pilkades sampai pada pelantikan yang dijadwalkan pada November mendatang.

Kepala Bidang Pemerintah Desa, Sekertariat Daerah Kabupaten Bantul Heru Wismantara mengatakan kerusuhan yang sempat terjadi di sejumlah titik dinilainya hanya bagian dari eforia warga atau pendukung calon Kades yang kalah dalam Pilkades.

Dia menyebut kerusuhan yang sepat terjadi disejumlah titik tidak mempengaruhi hasil Pilkades yang sudah berjalan.

Dia mengatakan apabila terjadi kerusuhan bukan menjadi ranah dari panitia penyelengara Pilkades, namun sudah menjadi wewenang bidang ketertiban, keamanan, dan hukum di wilayah desa masing-masing.

Jika memang terjadi kerusuhan ataupun pelanggaran semisal terbukti melakukan politik uang maka akan langsung ditangani oleh polisi.

Sebelumnya Bupati Bantul, Suharsono menyatakan bakal menindak tegas jika ada simpatisan atau calon kepala desa yang berbuat anarkis saat Pilkades.

Pernyataan tersebut Ia sampaikan saat memantau langsung pelaksanaan pemungutan suara Pilkades di Desa Kebonagung Imogiri. ”Saya memastikan langsung  sesuai dengan arahan saya atau tidak,” ujar Bupati, Minggu (23/10/2016).

Namun saat ditemui di ruanganya pada Senin (24/10/2016) Suharsono mengatakan tindakan pembakaran yang dilakukan sejumlah simpatisan calon kepala desa Jatimulyo merupakan hal wajar. Hal itu menurut dia adalah sebagai pelampisan emosi sesaat karena kekalahan calon kepala desa yang mereka dukung.

Suharsono mengatakan pada saat Pilkades berlangsung sudah memerintahkan aparat keamanan untuk membendung efuria atau kekecewaan yang berlebihan supaya tidak terjadi kerusuhan.

Kendati demikian kerusuhan sempat memanas di Desa Jatimulyo saat sejumlah simpatisan membakar sebuah warung makan karena kecewa calon kepala desa yang mereka dukung kalah dan menuduh adanya sesama simpatisan yang membelot.