INVESTASI JOGJA : Transaksi Saham Capai Rp300 Miliar Per Bulan

27 Oktober 2016 21:55 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Investasi Jogja untuk jumlah investor meningkat.

Harianjogja.com, JOGJA — Jumlah investor saham di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat. Sejalan dengan itu, besaran transaksi juga mengalami peningkatan menjadi rata-rata Rp300 miliar per bulan.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza mengatakan, jumlah investor per September 2016 tercatat sebesar 20.091. Ia menyebut perkembangan jumlah investor di DIY sangat baik.

“Jika dilihat pada Januari 2009 lalu jumlah investor saham di DIY hanya 900, sekarang sudah mencapai 20.091 investor,” ujar dia, Rabu (26/10/2016).

Ia menyebutkan, dari Januari hingga September 2016, total transaksi saham yang terjadi sekitar Rp2,7 triliun. Rata-rata transaksi  per bulan sekitar Rp300 miliar. Transaksi tertinggi tercatat Rp500 miliar. Hal itu terjadi pada awal-awal tahun.

“Untuk siklus, memang ada kecenderungan peningkatan transaksi pada awal tahun karena mungkin banyak yang membutuhkan dana. Tapi, hal itu belum bisa dijadikan patokan pasti untuk siklus,” kata dia.

Ia menyebutkan, BEI terus berupaya meningkatkan literasi dan utilitas masyarakat terhadap pasar modal. BEI sudah membentuk 27 Galeri Investasi di DIY. Saat ini BEI DIY juga tengah mendorong Galeri Investasi di DIY dan sekitarnya dalam hal edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Baru-baru ini BEI bersama OJK meluncurkan  program galeri investasi mobile di Surakarta. “Kami meluncurkannya di dua galeri investasi BEI di Universitas Sebelas Maret [UNS] Surakarta,” kata dia.

Ia menyebutkan, pada prinsipnya, galeri investasi  mobile dibentuk untuk mendorong galeri investasi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ke luar kampus dan tidak hanya di dalam kampus saja. Secara informal, BEI DIY sudah menerapkan di seluruh galeri investasi di DIY.

Direktur Keuangan dan SDM PT BEI Chaeruddin Berlian menjelaskan, jumlah Single Investor ID (SID) di Indonesia tercatat sebanyak 600.000. Angka tersebut menunjukkan penambahan SID sekitar 80.000.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, jumlah investor memang hanya 0,25 persen. Tapi itu harus dilihat sebagai peluang yang besar untuk mendapatkan investor baru,” kata dia.

BEI berkomitmen untuk memperbanyak jumlah Galeri Investasi. Saat ini sudah ada  215 galeri dan ditargetkan sampai akhir 2016 bisa mencapai 220 galeri. Selain itu, BEI akan terus membuka kantor  perwakilan baru terutama di luar Jawa dan di kota-kota penting.

“Kami terus berupaya agar masyarakat melek investasi. Harus ada produk yang beragam juga untuk meminimalisir masyarakat yang terkena iming-iming investasi bodong,” ungkap dia.