Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Kapal asal Cilacap tertangkap razia polair di Pantai Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kapal asal Cilacap, Jawa Tengah tertangkap petugas Polisi Air (Polair) Polda DIY di perairan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Kamis (27/10/2016) karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
Selain melanggar jalur dan berdokumen ilegal, Kapal itu menangkap hewan laut yang dilindungi.
Direktur Polair Polda DIY Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Endang Karnadi mengatakan kapal berawak 12 orang itu ditangkap Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu kata dia, petugas Polair tengah berpatroli di laut selatan menuju ke arah barat.
“Dari situ ada kapal asal Cilacap yang sedang melakukan penangkapan ikan,” ungkap Endang Karnadi, Kamis.
Kapal KM Pelita 1 berlayar menerabas jalur yang tidak seharusnya. Mereka masuk ke wilayah perairan Gunungkidul di bawah 12 mil dari bibir pantai atau masuk jalur dua. “Kapal itu melanggar jalur, harusnya berlayar di atas 12 mil bukan di bawah 12 mil,” ujarnya lagi.
Sesuai aturan, jarak di bawah 12 mil hanya diperuntukkan bagi nelayan kecil alias nelayan lokal. Selain melanggar jalur pelayaran, petugas menemukan ketidaksesuaian antara data dokumen pelayaran dengan fakta di lapangan.
Bersambung halaman 2
“Dalam data dokumen kapal mereka menggunakan alat tangkap Gill Net atau jaring. Ternyata alatnya pancing bukan jaring,” jelasnya lagi.
Selain mengantongi dokumen yang diduga ilegal, polisi juga menemukan dua Anak Buah Kapal (ABK) yang tidak memiliki kartu identitas.
Di kapal berkapasitas 28 gross tonnage (GT) itu, polisi menemukan 300 kilogram ikan layur dan beberapa jenis hiu. Para nelayan itu juga menangkap sejumlah hiu yang dilindungi perundang-undangan.
Kapal tersebut kini diamankan di Pantai Sadeng, sementara 12 ABK kini diperiksa di Polair Polda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.