PUNGLI BANTUL : Diduga Satpol PP Gadungan, Tarik Pungutan ke Pedagang Pantai Samas

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
30 Oktober 2016 15:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Pungli Bantul diduga dilakukan oleh seorang Satpol PP gadungan

Harianjogja.com, BANTUL-Saat tengah menggencarkan operasi pungli dengan membentuk Saber Pungli, Pemkab Bantul justru kecolongan. Pasalnya, beberapa hari lalu, ada oknum yang mengatasnamakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul nekat melakukan pungli di terhadap salah satu pedagang kelontong di kompleks objek wisata Pantai Samas, Desa Srigading.

Parmi pemilik warung itu mengatakan, sekitar 10 hari yang lalu, ia didatangi seseorang ke warungnya yang mengaku anggota Satpol PP Bantul. Tanpa basa basi, pria tersebut meminta uang sebesar Rp300 ribu.

Menurut cerita Parmi, alasan yang digunakan oleh pria itu adalah lantaran sebagai pedagang, Parmi selama ini tidak membayar setoran kepada petugas Satpol PP Bantul. Beruntung, Parmi tak segera percaya dengan ulah pria tersebut.

"Karena saya tidak punya uang dan baru pertama kali lihat orangnya, saya cuma beri uang Rp100.000 untuk beli bensin," kata Parmi, Minggu (29/102016).

Sepekan kemudian, oknum yang mengaku anggota Satpol PP Bantul itu kembali meminta uang Rp50.000 kepada Parmi. Kali ini alasan yang digunakannya sudah berbeda.  "Untuk makan-makan katanya. Tapi yang kali ini tak saya beri. Sampai sekarang tidak datang lagi," ujar Parmi.

Meski sama sekali tak mengenalnya, Parmi sempat mencatat beberapa keterangan yang terkait dengan pria itu. Diantaranya adalah satu unit sepeda motor jenis matic berwarna putih dengan tulisan 'ADREASS' di body motornya. Dia mengku tak ingat nomor polisi kendaraan itu. Hanya saja dia masih menyimpan nomor ponsel pria tersebut lantaran sebelumnya mengirim pesan singkat kepadanya.

Terkait hal itu, Kepala Satpol PP Bantul, Hernawan Setiaji dikonfirmasi membantah keras jika ada anggotanya yang melakukan pungli kepada pemilik warung di Pantai Samas. "Saya rasa kalau itu anggota saya tidak. Itu mungkin oknum yang mengaku anggota saya," tegasnya.

Hermawan berharap agar pemilik warung segera memberi tahu  pihaknya bila ada yang kembali melakukan pungutan-pungutan semacam itu. "Kalau perlu di foto saja. Pasti akan ketahuan orang tersebut anggota saya atau bukan," ujarnya.