PILKADA JOGJA : Heroe Blusukan di Kali Code Sendiri Tanpa Haryadi

Calon Wakil Walikota Yogyakarta no urut 2, Heru Purwadi (baju garis-garis coklat) melihat pembangunan jembatan penghubung saat blusukan ke kampung Sayidan sekaligus meminta doa restu atas pencalonannya dalam bursa Pilwalkot Yogyakarta 2017 dalam kampanyenya di Kampung Sayidan-Keparakan, Yogyakarta, Senin (31/10/2016). Heru menyempatkan diri untuk melihat lebih dekat aktivitas warga pinggir kali Code dengan beragam masukan untuk pemerintahan kedepan. (JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
31 Oktober 2016 19:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja sudah masuk tahap kampanye terbuka

Harianjogja.com, JOGJA-Calon Wakil Walikota Jogja Nomor urut dua, Heroe Poerwadi blusukan ke pemukiman di bantaran Sungai Code dalam kampanye hari keduanya, Senin (31/10/2016).

Heroe blusukan sendiri tanpa didampingi Haryadi Suyuti, calon walikotanya.

"Pak Haryadi kebetulan lagi kurang sehat, kelelahan," ucap Heroe disela-sela kunjungan ke warga di Kampung Prawirodirjan, Gondomanan.

Selain Kampung Prawirodirjan, Heroe bersama rombongannya juga mengunjungi warga Kampung Sayidan.

Dalam kunjungannya tersebut Heroe mengaku begitu banya potensi yang bisa dikembangkan di wilayah bantaran sungai, yakni potensi wisata susur sungai dan kuliner yang perlu dikembangkan. Karena itu pihaknya akan melakukan penataan agar bantaran sungai lebih nyaman.

Ia juga berjanji penataan tidak sampai pada penggusuran. "Tidak ada penggusuran, hanya penataan," katanya.

Penataan yang akan dilakukannya selalama lima tahun jika dipercaya memimpin Kota Jogja adalah melanjutkan program mundur, munggah, madep kali atau 3MK.

Rumah-rumah yang ada dibantaran sungai diminta untuk bergeser dan menyedikan lahan seluas tiga meter untuk akses jalan. Dengan demikian diakuinya potensi yang ada di bantaran sungai bisa terangkat.

Selain itu juga akan menggencarkan penataan melalui program kota tanpa kumuh (Kotaku). Program Kotaku nantinya bisa juga diklaimnya bisa mengatasi persoalan-persoalan mendasar bagi masyarakat di bantaran sungai, misalnya soal ketersediaan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) umum.

Menurutnya, keluhan masyarakat soal kesehatan di bantaran sungai bisa teratasi dengan penataan. Namun politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini kembali menegskan penataan tidak akan ada penggusuran.