GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Saling Menyalip di JJLS Berbuntut Tawuran

14 November 2016 19:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Geng motor Gunungkidul berulah lagi, mereka menyerang pengendara yang menyalip rombongan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Puluhan remaja di bawah umur diduga terlibat anggota geng motor. Rombongan remaja tersebut terlibat aksi kriminal di Saptosari, Gunungkidul.

Polsek Saptosari, Gunungkidul mengamankan dua anak berusia 15 tahun HR dan SF warga Sleman dan Kota Jogja. Keduanya tertangkap petugas kepolisian saat memburu rombongan puluhan pengendara yang diduga geng motor.

Pengejaran yang dilakukan polisi terhadap puluhan remaja tersebut terjadi Minggu (13/11/2016) sore jelang malam, setelah ada laporan kriminal yang dilakukan puluhan remaja tersebut.

Kepala Polsek Saptosari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suharyanta menceritakan, pada Minggu sore sekitar pukul 17.15 WIB sebanyak 50 remaja menggunakan sepeda motor melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan Panggang-Saptosari tepatnya di Dusun Karang Desa Jetis.

Rombongan itu baru saja pulang dari Pantai Watukodok, Tanjungsari, Gunungkidul. Setibanya di lokasi, rombongan puluhan remaja yang mayoritas masih di bawah umur itu disalip oleh enam sepeda motor yang juga ditumpangi rombongan remaja lainnya.

Bersambung ke halaman 2


Puluhan remaja yang disalib itu tidak terima, lantas mengejar rombongan yang menyalib mereka. “Mulanya disalip, terus dikejar balik menyalip,” kata Suharyanta, Senin (14/11/2016).

Dalam situasi salip-menyalip itulah, sebagian rombongan remaja tersebut menendang penumpang sepeda motor yang jumlahnya sekitar 12 orang. Bahkan menurut warga kata Suharyanta, diantara rombongan penyerang itu menggunakan gir motor untuk melukai korban.

Akibat kejadian itu, ada tiga remaja yang menjadi korban. “Lukanya hanya memar-memar di kaki. Mungkin karena ditendang dan diserempet,” paparnya lagi.

Polisi yang mendapat laporan masyarakat mengejar puluhan remaja yang dilaporkan melakukan kekerasan itu. “Kami mengejar sampai wilayah Imogiri,” tutur dia.

Polisi hanya berhasil menangkap dua orang remaja HR dan SF, sedangkan lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor mereka. Polisi masih menyelidiki apakah remaja di bawah umur itu benar merupakan anggota geng motor.

Sejauh ini kata dia, polisi belum menemukan siapa sebenarnya pelaku yang melakukan kekerasan. Baik menyerempet, menendang maupun yang membawa gir. “Anak dua yang kami amankan itu katanya tidak tahu dengan kejadian sebenarnya. Karena saat itu posisi mereka di depan,” paparnya lagi.