BPJS KESEHATAN : 30% Klaim Berpenyakit Kronis, BPJS Kesehatan Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Pemateri saat menyampaikan materi edukasi deteksi dini kanker pada perempuan di Puskesman Bangutapan 2, Desa Tamanan, Kecamatan Bangutapan, Bantul, Selasa (15/11/2016). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
16 November 2016 07:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

BPJS Kesehatan melakukan edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung dan berperan aktif pada program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Hal itu dilakukan dengan menyelengarakan edukasi deteksi dini kanker pada perempuan. Pasalnya berdasarkan kalaim BPJS Kesehatan kanker menjadi penyakit nomor tiga terbanyak setelah penyakit jantung dan  gagal ginjal.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Kantor Pusat Maya A Rusady usai Launching Germas menuturkan sesuai dengan target Nawa Cita, pencanangan Germas dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya derajad kesehatan.

BPJS Kesehatan merupakan lembaga yang berperan langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dari data yang dimiliki BPJS Kesehatan, dia menyebutkan sebanyak 30% klaim penguna BPJS kesehatan adalah dari menyakit kronis.

“Penyakit kronis nomor satu itu penyakit jantung, nomor dua gagal ginjal, kemudian baru kanker,” ujarnya, selasa (15/11/2016).

Dia menyebut berdasarkan dari data 2015, beban jaminan pembiayaan kesehatan yang terserap untuk membiayai penyakit kronis sebesar Rp16,9 triliun. Dia menilai pengeluaran besar itu harusnya bisa ditekan.

Pasalnya berbagai penyakit seperti jantung, kanker, gagal ginjal, diabetes melitus dapat dicegah dengan pola hidup sehat berupa menjauhi rokok, makan bergizi, teratur, olahraga cukup dan sebagainya.

"Targetnya bukan hanya menekan biaya tetapi targetnya adalah menciptakan masyarakat sehat dengan angka kesakitan yang menurun," tegasnya.

Selain itu penyakit kronis tersebut kata dia juga dapat ditekan dengan cara melakukan edukasi, salah satunya dengan edukasi deteksi dini kanker yang dilakukan di Puskesmas Bangutapan 2 pada Selasa kemarin.

"Pemerintah melihat banyak masyarakat kurang sadar bagaimana hidup sehat. Dengan munculnya banyak penyakit kronis maka sejalan dengan program BPJS Kesehatan, maka menyadarkan masyarakat bagaimana pola hidup sehat dengan program pencegahan, preventif dan dengan edukasi," jelas Maya.

Sementara, bagi masyarakat yang beresiko menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus serta hipertensi, hendaknya dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif BPJS Kesehatan.