GERAKAN HIDUP SEHAT : Germas Libatkan 20 Kementerian, Dari Kesehatan hingga Infrastruktur

Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (tengah) didampingi Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek (kanan) dan Wakil Gubernur DIY, Pakualam X (kiri) saat memukul kentongan meresmikan peluncuran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Lapangan Desa Tamanan, Kecamatan Bangutapan, Bantul, Selasa (15/11/2016). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
16 November 2016 03:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Gerakan masyarakat hidup sehat melibatkan 20 kementerian

Harianjogja.com, BANTUL— Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan mensinergikan sejumlah kementerian dan lembaga negera.

Germas targetkan mampu menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktifitas, dan menurunkan biaya pelayanan kesehatan sesuai dengan program Nawacita Presiden Jokowi.

Menko PMK, Puan Maharani dalam sambutanya di acara peluncuran Germas pada Selasa (15/11/2016) di Lapangan Tamanan, Kecamatan Bangutapan, Bantul menggatkan lingkup pelaksanaan Germas melibatkan sedikitnya 20 kementerian dan lembaga negara yang saling bersinergi. Keterlibatan puluhan kementerian dan lembaga negera itu guna mendorong preventif dan promotif di kalangan masyarakat untuk hidup sehat.

"Maka itu salah satu hal yang kemudian didorong oleh pemerintah dengan koordinasi dan sinergi 20 kementerian dan lembaga ini bukan hanya pada sektor kesehatan saja, melainkan infrastruktur juga," ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut Puan, keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Germas ini penting, karena diperlukan sanitasi dan air bersih, kemudian lingkungan sehat serta rumah yang sehat.

Bersambung halaman 2 : http://harianjogja.com/?p=769261&;page=2" target="_blank">Dengan dana desa yang setiap tahun bertambah

Selain itu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) disebut Puan akan ikut berperan besar.

 

Selain itu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) disebut Puan akan ikut berperan besar. Pasalnya dengan dana desa yang setiap tahun bertambah, maka pengalokasianya harus jelasnya, sehingga Germas dapat menjadi salah satu penentu pengalokasian dana desa.

Dia mendorong supaya Kemendes PDTT berupaya menjadikan desa dari yang tertinggal menjadi desa berkembang, dari desa berkembang menjadi desa mandiri.

"Dan tentu saja masyarakat dulu yang harus dibangun selain perekonomiannya, karena tidak mungkin ekonomi itu bisa maju kalau kemudian masyarakat tidak sehat," tambahnya.

Oleh sebab itu, Puan berharap 20 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam Germas itu, mulai anggaran 2017 sudah menggiatkan gerakan masyarakat hidup sehat secara bersama-sama. Terlebih Germas telah diluncurkan secara serentak di 10 kabupaten dan kota terpilih di Indonesia.

Bersambung halaman 3, http://harianjogja.com/?p=769261&;page=3" target="_blank">gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Nila Djiwita F. Moeloek menjelaskan Germas merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Nila Djiwita F. Moeloek menjelaskan Germas merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat. Baik mulai dari Pemerintah Pusat, Daerah, maupun sektor masyarakat non pemerintah.

Germas, kata Nila, bertujuan menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktifitas penduduk, menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan dan pengeluaran kesehatan dengan pola hidup sehat pada masyarakat. Utamanya adalah aktifitas fisik, memakan buah dan memeriksa kesehatan berkala.

“Penyelenggaraan Germas hari ini menjadi momentum strategis untuk mewujudkan paradigma sehat dalam kesehatan. Germas diharapkan mampu mewujudkan membangkitkan rasa tanggung jawab bersama bahwa hidup sehat dimulai dari sendiri, keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Namun dia tidak menampik tantangan pembangunan bidang kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya sektor kesehatan. Kerja sama lintas sektor, serta peran masyarakat menjaga kesehatan diri dan lingkungan dianggapnya sangat diperlukan. Dan peluncuran gemas diharapkanya menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen kuat kerjasama lintas kementrian.

Dia mencontohkan kerja sama Germas dari Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dengan program infrastrukur berbasis masyarakat kota. Kerjasama Kementrian Pemuda dan Olahraga melalui program Pembangunan Lapangan Bola di berbagai sekolah, dan  kerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui  gerakan makan ikan.

Germas diluncurkan di sembilan kota atau kabupaten lain, yakni Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kota Jambi, Jambi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kota Madiun, Jawa Timur.