UMKM JOGJA : Permodalan dari Bank Masih Jadi Andalan Utama

17 November 2016 00:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Modal usaha dari UMKM Jogja mayoritas masih mengandalkan pinjaman bank

Harianjogja.com, JOGJA-Pinjaman kredit dari bank menjadi salah satu permodalan yang tetap diandalkan kalangan pengusaha mikro. Mereka menggunakan kredit tersebut untuk mengembangkan produksinya.

Kepala Bidang UMKM DInas Koperasi dan UMKM DIY Agus Mulyono mengatakan, bagi pengusaha mikro, saluran pinjaman modal dari bank sangat dibutuhkan. Pasalnya mereka kebanyakan berangkat dari usaha perseorangan dan bukan usaha kelompok yang memungkinkan sumber modal lebih besar.

Jumlah UMKM di DIY saat ini mencapai 230.000, sementara jumlah usaha mikro berjumlah lebih dari 50%. Sehingga dari data tersebut potensi  pengakses kredit di perbankan cukup besar.

Agus mengatakan, biasanya para pelaku usaha meminjam modal dari bank bukan ketika akan membuka usaha tetapi ketika usaha sudah berjalan dan ingin menaikkan skala produktivitasnya.

“Kalau untuk kepentingan mengembangkan produk seperti itu biasanya mereka akan berpikir untuk mendapatkan modal pinjaman,” katanya dihubungi Harianjogja.com, Rabu (16/11/2016).

Melihat besarnya jumlah pengusaha mikro di DIY dan secara umum Indonesia, keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) cukup membantu mereka dalam berbisnis. Terlebih tahun ini pemerintah telah menurunkan suku bunga KUR dari 12% menjadi 9% sehingga suku bunga yang murah tersebut semakin memudahkan kalangan UMKM untuk mengaksesnya.

Agus berharap tahun depan pemerintah kembali menurunkan suku bunga KUR lagi agar pelaku usaha tidak mengalami masalah terkait permodalan.

“Kalau mau mengandalkan hibah atau bansos juga tidak bisa karena harus berbadan hukum. Mengandalkan pinjaman lunak juga sulit meski sebenarnya itu porsi mereka. Kondisinya regulasi tidak berpihak pada mereka,” ungkapnya.

Maka dari itu, dalam kondisi seperti yang bisa diharapkan adalah pinjaman dari bank, salah satunya melalui KUR.

Sebenarnya, kalangan UMKM juga bisa mendapatkan permodalan dengan model investasi atau permodalan bersumber dari investor langsung. Tapi menurutnya dengan cara ini UMKM harus lebih siap, misalnya terkait penguasaan pembukuan.