TRADISI KULONPROGO : Warga Jatimulyo Rebutan 2 Gunungan dalam Tradisi Saparan

Sebuah gunungan diarak bersama menuju Petilasan Kyai Daruno dan Ni Daruni pada upacara adat suran di Dusun X Beran, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo menyelenggarakan upacara adat suran, Selasa (1/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
21 November 2016 23:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tradisi Kulonprogo berupa Saparan diperingati dengan arak gunungan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dua buah gunungan berisi berbagai hasil bumi menjadi rebutan warga di Dusun Beteng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Senin (21/11/2016). Mereka berharap mendapatkan berkah dari hasil bumi yang telah didoakan bersama.

Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sucondro mengatakan, tradisi merti desa biasa dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. “Ini sudah tradisi tahunan dan menjadi wujud rasa syukur terhadap berkah dari Tuhan,” ujar Anom.

Anom memaparkan, panitia menyediakan dua gunungan yang diberi nama gunungan lanang dan wadon. Keduanya berisi berbagai macam hasil bumi dari lingkungan setempat, seperti aneka sayuran dan buah-buahan. Warga melakukan doa bersama setelah gunungan tersebut diarak mengelilingi dusun.

Warga kemudian memperebutkan gunungan dan mengambil semua hasil bumi hanya dalam waktu beberapa menit. “Mereka berharap dapat dijauhkan dari bahaya dan hasil panen selanjutnya bisa lebih melimpah dibanding sekarang,” kata Anom.

Anom menambahkan, merti desa juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari angguk dan jatilan. Anom pun berharap kegiatan itu juga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan lokal.