BENCANA SLEMAN : Semua Kepala Desa di Ngemplak Ketua Penanggulangan Bencana

Sejumlah pasukan pemadam kebakaran sedang mendemonstrasikan penanganan bencana kebakaran usai pengukuhan Pengurus Unit Operasional Penanggulangan Bencana Tingkat Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Tingkat Desa di Kecamatan Ngemplak, Senin (21/11 - 2016). (Foto istimewa, dokumen)
22 November 2016 02:20 WIB Sleman Share :

Bencana Sleman diantisipasi dengan pembentukan unit penanggulangan bencana

Harianjogja.com, SLEMAN- Kecamatan Ngemplak membentuk Unit Penanggulangan Bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi jatuhnya korban bencana jika sewaktu-waktu terjadi.

Camat Ngemplak Subagyo mengatakan, unit pelaksana penanggulangan bencana yang dikukuhkan tersebut berasal dari masing-masing desa di wilayah Ngemplak. Mereka yang dikukuhkan sebagai ketua pelaksana penanggulangan bencana meliputi, Kades Wedomartani Teguh Budiyanto, Heruyono (Widodomartani), Midiyono (Sindumartani), Tutik Wahyuningsih (Bimomartani) dan Erwanto (Umbulmartani).

"Masing-masing kepala desa [Kades] menjadi ketua unit pelaksana penanggulangan bencana. Mereka bertanggungjawab untuk menanggulangi bencana di desanya masing-masing," kata Subagyo di sela-sela pengukuhan di Halaman Kecamatan Ngemplak, Senin (21/11/2016).

Dia menjelaskan, wilayah Ngemplak termasuk dalam daerah rawan bencana Merapi. Selain itu, perubahan cuaca pada tahun ini terbilang cukup ekstrem juga menyebabkan sejumlah bencana seperti angin kencang dan longsor.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi, diperlukan kesiapsiagaan seluruh komponen masyarakat.

"Agar penanganan bencana di suatu tempat terkoordinasi dengan baik, maka pengurus unit pelaksana dan unit operasional penanggulangan bencana dibentuk," katanya.

Saat ini tim unit operasional dan unit pelaksana penanggulangan bencana operasional di Ngemplak berjumlah 38 orang. Tim ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan penanggulangan bencana, seperti sen saw besar dan kecil, handytalk dan genset. Adapun di setiap desa, terdapat antara 29 hingga 44 personil unit penanggulangan bencana yang juga dibekali sejumlah peralatan.

"Jumlah personil yang disiapkan bergantung pada kebutuhan masing-masing desa. Selain itu ada juga Unit Sabraha Polsek Ngemplak dan Unit Kesiap Siagaan Bencana yang juga disiapkan," katanya.