BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata Pasrah Harus Pindah

Rombongan Parampara Praja mengelilingi lokasi calon bandara dan sempat singgah sejenak di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, pada Kamis (3/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
01 Desember 2016 22:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo untuk pembangunan runway mulai tahun depan.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Lahan Paku Alam Ground (PAG) dijadwal akan dikosongkan pada 1 Januari mendatang guna pembangunan runway bandara. Namun, hingga kini sejumlah pelaku wisata di atas lahan tersebut belum tahu akan pindah ke mana.

Sumantoyo, salah satu pemilik hotel di lahan PAG dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Glagah menyatakan belum memiliki gambaran sama sekali mengenai lokasi baru usaha mereka.

“Kami [Pelaku wisata] pasrah saja, menyerahkan ke pemerintah daerah jika memang ada kepedulian,” jelasnya pada Kamis (1/12/2016).

Paling tidak, terdapat 29 penginapan dan rumah makan yang berdiri di atas lahan PAG terdampak bandara.

Bahkan, pelaku wisata terdampak yang berada di lahan PAG juga belum mendapatkan pemberitahuan untuk mengosongkan lahannya dalam waktu kurang dari 1 bulan. Namun, sesuai dengan dokumen yang ditandatangani ketika menerima ganti rugi, Sumantoyo mengatakan pihaknya akan pindah sesuai kesepakatan tersebut. Ia sendiri harus segera mengosongkan lahan yang ditempatinya berikut 60 tempat tidur yang merupakan perlengkapan hotelnya.