BENCANA BANTUL : Suryanto sedang Salat Subuh saat Kamar Tidurnya Tertimpa Tanah Longsor

Tanah longsor di RT 03 Dusun Depok, Desa Wonolelo Kecamatan Pleret yang ambrol, Jumat (2/12/2016). (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
02 Desember 2016 17:55 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Bencana Bantul terjadi berupa tanah longsor

Harianjogja.com, BANTUL--Hujan deras sejak Kamis (1/12/2016) sore hingga Jumat (2/12/2016) pagi menyebabkan sejumlah titik tanah longsor.

Salah satunya yang cukup parah adalah tebing setinggi 5 meter di kawasan RT 03 Dusun Depok, Desa Wonolelo Kecamatan Pleret yang ambrol, Jumat (2/12/2016) dini hari. Akibatnya, satu unit rumah milik Suryanto Ngadiran, 65 rusak parah.

Saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/12/2016) pagi, Suryanto menceritakan, sekitar pukul 05.00, ia yang tengah salat Subuh mendadak dikejutkan dengan suara gemuruh yang bersumber dari tebing tanah di sisi timur rumahnya.

Tak lama, ia pun menjumpai kamar depannya sudah berantakan. Dinding kamarnya sudah runtuh tertimpa longsoran.

Beberapa saat kemudian, dua longsor susulan terjadi. Kali ini menimpa dua kamar tidur dan dapur yang berada di sisi utara kamar utama. Kondisinya pun tak kalah parah. Tembok bangunan yang sudah ditempat Suryanto selama 20 tahun itu pun jebol tak kuat menahan beban tanah tebing.

“Beruntung, ketika itu, saya tengah salat Subuh. Padahal sebelumnya saya tidur di kamar utama itu,” katanya saat ditemui di lokasi longsoran, Jumat (2/12/2016) pagi.

Sulitnya medan membuat proses evakuasi material longsoran dari rekahan tebing sepanjang 16 meter itu pun menjadi sulit. Puluhan warga yang turut membantu hanya melakukan evakuasi material dengan cara manual. Mereka menyemprotkan air pada tanah agar bisa lebih mudah perataan.

“Sedangkan untuk pembersihan, kami lakukan dengan cara manual. Mengangkutinya satu per satu,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polsek Pleret Aiptu Sawaldi.

Ia menjelaskan, selain di RT 03 Dusun Depok itu, titik longsoran di Desa Wonolelo juga terjadi di Dusun Petung. Hanya saja, longsoran di titik itu hanya menimpa rumah bambu milik salah satu warga saja. “Sehingga kerugian material tidak sebesar yang di sini [Dusun Depok],” tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Wonolelo Pudjiastuti menjelaskan, selain dua titik longsoran itu, di kawasan Desa Wonolelo sebenarnya masih ada sejumlah titik yang tercatat rawan longsor. Beberapa titik antara lain ada di Dusun Ploso (2 titik), Dusun Sentul (2 titik), dan Dusun Purworejo (1 titik).

Bahkan, di salah satu titik yang ada di dusun Ploso, rekahan tanah kini sudah mulai muncul. Rekahan tanah itu muncul tepat di bawah satu unit rumah kayu milik salah satu warganya. “Sedangkan di bawahnya sudah ada satu unit rumah yang jelas terancam akan tertimbun longsoran,” katanya.