PDAM KULONPROGO : Tirta Binangun Siapkan 1.000 Sambungan Rumah Gratis

04 Desember 2016 01:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

PDAM Kulonprogo menargetkan 1.000 pelanggan baru.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- PDAMTirta Binangun melayani pemasangan sambungan rumah gratis pada 2017 mendatang. Program itu ditargetkan mampu menjaring 1.000 pelanggan baru.

Direktur PDAM Tirta Binangun, Jumantoro mengatakan, program sambungan rumah gratis khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Perusahaannya berusaha memfasilitasi kebutuhan air bersih, mengingat masih banyak masyarakat yang masih menggunakan air tanah yang keruh dan kurang sehat untuk dikonsumsi.

“Ini berlaku di seluruh wilayah Kulonprogo yang sudah terjangkau jaringan PDAM,” ungkap Jumantoro, Jumat (2/12/2016).

Ada beberapa persyaratan khusus untuk mengakses program sambungan rumah gratis. Calon pelanggan mesti mengisi lembar formulir pendaftaran, melampirkan fotokopi KTP, dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp10.000. Selain itu, calon pelanggan juga diminta mengumpulkan foto kopi rekening listrik. Jumantoro lalu menegaskan, program tersebut menyasar rumah tangga yang masih menggunakan listrik dengan daya 900VA ke bawah.

“Masyarakat tidak perlu menanggung biaya pemasangan yang saat ini mencapai Rp1,2 juta,” kata dia.

Pendaftaran program sambungan rumah gratis telah dibuka sejak awal Desember 2016 hingga pertengahan Januari 2017. Kegiatan pemasangan di 1.000 titik selanjutnya dilaksanakan pada sekitar Juli atau Agustus mendatang. Jumantoro berharap, progam tersebut juga dapat mendukung upaya peningkatan cakupan layanan PDAM Tirta Binangun.

Jumantoro mengungkapkan, kebutuhan air bersih di Kulonprogo diperkirakan terus meningkat akibat adanya sejumlah mega proyek. Pada 2019 nanti, kebutuhan produksi air PDAM diprediksi bisa mencapai 1.200 liter per detik. Hal itu mulai terlihat dari tren pertumbuhan pelanggan PDAM Tirta Binangun yang menunjukkan grafik positif dalam dua tahun terakhir. Pelanggan tahun 2015 tercatat 20.981 KK, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang mencapai 19.359 KK.

“Sekarang sudah sampai sekitar 22.100 sambungan,” ujar Jumantoro.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo, Muhamad Ajrudin Akbar mengatakan, selama ini masyarakat yang mendapatkan sambungan rumah gratis sering diketahui berhenti menggunakan air bersih dari PDAM karena biaya yang dikenakan dianggap mahal. Ada juga masyarakat tidak membayar tagihan sehingga sambungannya diputus oleh PDAM setelah beberapa waktu.

Ajrudin berharap PDAM Tirta Binangun bisa mengantisipasi beberapa kendala tersebut agar program sambungan rumah gratis bisa berjalan lebih efektif. Dia tidak ingin rencana penambahan SR bagi masyarakat berpenghasilan rendah hanya sukses pada awal penyaluran.

“Perlu ada sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan air bersih agar masyarakat terus memanfaatkan layanan PDAM,” ucap Ajrudin.