TIONGHOA JOGJA : Pantang Bawang Putih Sebelum Main Liong, Mengapa?

Novita Dewi, salah satu pemain liong Ladies Dragon Hoo Hap Hwee Jogja, saat berwisata di Gembiraloka Zoo. (Foto Istimewa)
08 Desember 2016 13:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Tionghoa Jogja, pemain liong memiliki kebiasaan khusus.

Harianjogja.com, JOGJA -- Pemain kesenian liong dan barongsai memiliki trik tersendiri agar penampilan di depan penonton terlihat memukau. Ritual khusus pun dilakukan, mulai dari latihan fisik sampai puasa atau berpantang.

Novita Dewi misalnya. Perempuan 39 tahun yang masih aktif menjadi pemain liong di kelompok Ladies Dragon Hoo Hap Hwee Jogja ini selalu berpantang setiap menjelang pementasan.

“Pantang tidak boleh makan bawang putih dan daging-dagingan. Hanya makan sayur seperti vegan,” katanya, Rabu (7/12/2016). Biasanya ia menjalani pantang selama satu sampai tiga hari menjelang pertunjukan.

Ia sendiri tak tahu pasti manfaat berpantang bawang putih dan daging, tetapi melihat arahan dari pelatih dan aktivis liong yang ia kenal, ia pun mencoba menerapkan dalam hidupnya. Ia sendiri telah membuktikan bahwa dengan berpantang, ia bisa lebih tampil energik saat memainkan liong. Perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan ini juga merasa lebih dapat berkonsentrasi setelah berpantang. Berbagai atraksi dapat ditampilkannya tanpa menghadapi halangan.

“Intinya membuat penampilan lancar dan permainan bagus,” katanya.

Perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai guru ini tidak merasa energinya berkurang dengan melakukan pantang. Justru energi untuk beratraksi semakin tambah karena asupan makanan yang dikonsumsi cukup terjaga.

Ritual berpantang memang tidak diwajibkan untuk semua pemain liong. Hanya saja atas kesadaran masing-masing, berpantang bisa dilakukan jika ingin mendapatkan kondisi tubuh yang prima. Selain berpantang, ritual pemanasan juga selalu dilakukan sebelum menjalani latihan. Pemanasan dengan latihan fisik seperti lari dilakukan setiap malam hari di aula sekretariat Hoo Hap Hwee Jogja.

Menurutnya, ritual berpantang ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari jika ingin seseorang ingin menciptakan pola hidup yang sehat.