OTORITAS JASA KEUANGAN : Terkendala Sinyal, Bank Kesulitan Layani Nasabah di Pelosok

Ilustrasi (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
09 Desember 2016 20:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Otoristas Jasa Keuangan memperhatikan layanan perbankan di daerah pelosok.

Harianjogja.com, JOGJA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan memperluas agen sampai ke pelosok daerah. Hal ini terkendala minimnya sinyal sehingga membuat layanan tidak berjalan lancar.

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Jogja Subandi mengakui jika OJK menginstruksikan pada perbankan di DIY memperluas agen BRILink ke daerah pelosok, terutama ke daerah Desa Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul. Di sana, dan secara umum Gunungkidul, jumlah agen bank masih minim, yaitu baru mencapai 20%.

“Hanya saja kalau di sana itu permasalahannya pada sinyal [yang buruk],” katanya belum lama ini.

Pihaknya pun meminta pihak terkait, baik itu OJK, Bank Indonesia (BI), maupun Pemerintah Daerah setempat untuk membantu menyediakan infrastruktur yang dapat mendukung operasional agen.

“Kalau kami sendiri, BRI siap memasang BRILink di sana,” tegasnya.

Dari laporannya kepada OJK tentang kondisi sinyal di Gunungkidul, OJK bersedia membantu mengatasi masalah tersebut. Kerja sama baik dengan PT Telkom maupun pihak swasta akan dijalin untuk menyediakan sinyal yang bagus untuk mendukung operasional mesin Electronic Data Capture (EDC).