Advertisement
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Disperindag Gelar OP Murni Beras 17 Ton
Advertisement
Harga kebutuhan pokok yang tinggi ditekan dengan operasi pasar.
Harianjogja.com, JOGJA -- Mengantisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar operasi pasar murni (OPM) beras sebanyak 17 ton. OPM ini bekerja sama dengan Perum Bulog Divre DIY.
Advertisement
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yuna Pancawati mengungkapkan, OPM ini digelar atas permintaan tiga kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutin setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru. Tujuannya, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga beras lantaran jumlah permintaan yang melonjak.
"OPM ini digelar di Bantul, Kulonprogo, Sleman, dan Jogja. Gunungkidul tidak meminta ada OP beras murni. OP inu kami gelar 9-16 Desember 2016," ungkap dia kepada Harianjogja.com, Jumat (9/12/2016).
Yuna mengatakan, harga jual beras selama OP Rp7.300 per kg dengan kemasan per lima kg. Diharapkan, kesempatan ini dimanfaatkan oleh warga terutama warga yang tidak mampu untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau. OP beras ini digelar di 22 lokasi di empat kabupaten dan kota dengan pembagian 16 titik di Jogja, dan masing-masing dua titik di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo.
"Alokasinya juga berbeda-beda. Untuk Jogja ada 11 ton, Bantul, Sleman, dan Kulonprogo masing-masing dua ton. Untuk Jogja memang lebih banyak karena sudah jarang ada sawah. Kalau tiga kabupaten lain, petani bisa memenuhi kebutuhan beras dari hasil panen," papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Kulonprogo Perketat Kewaspadaan di YIA
- BPJS Kesehatan Nonaktif Februari 2026, Warga Sleman Tertahan Berobat
- Guru Honorer Kota Jogja Menyusut, Tersisa Sekitar 200 Orang pada 2026
- Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
- Lebih dari 126 Ribu Warga Sleman Peserta JKN Nonaktif, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement




