GEMPA ACEH : Melatih Kepekaan Sosial Siswa dengan Kegiatan Galang Dana

09 Desember 2016 13:55 WIB Sleman Share :

Gempa Aceh menjadi momentum untuk melatih kepekaan sosial siswa

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk melatih kepekaan sosial terhadap sesama, puluhan pelajar SDIT Salsabila, Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman mengadakan kegiatan salat gaib, doa bersama, penggalangan dana.

Untuk menimbulkan rasa kepekaan dan kepedulian terhadap korban bencana alam gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darussalam, Rabu (7/12/2016), pihak sekolah mengemas kegiatan sosialĀ  tersebut dengan memberikan kegiatan yang bersifat kemajuan teknologi yakni dengan pengenalan teknologi aeromodelling dan roket air.

"Kegiatan ini untuk melatih anak supaya paham dengan kepekaan sosial. Selain itu karena kami merasa prihatin banyak korban anak kecil seusia siswa kami, dengan demikian kami bermaksut menggalang dana agar siswa kami memiliki rasa kepedulian terhadap sesama," kata Kepala Sekolah SDIT Salsabila, Muhammad Zaenal, Rabu (8/12/2016).

Dikatakannya dalam kegiatan kali ini pihak sekolah dan siswa melaksanakan salat gaib yang bertujuan untuk mendoakan para korban kemudian dilanjutkan kegiatan dia bersama supaya warga Aceh tetap diberi ketabahan dan semangat untuk bangkit menjalani kehidupan ke depan.

Para siswa dan guru juga melakukan aksi penggalangan dana yang rencananya akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada para korban. "Kami juga menggalang dana untuj saudara kita yang ada di sana, rencananya bantuan akan kami salurkan melalui lembaga sosial," ujarnya.

Sementara itu salah satu siswa kelas V, SDIT Salsabila, Muhammad Raka, mengungkapkan bahwa kejadian gempa bumi yang terjadi kemarin membuat ia dan teman-teman merasa iba dengan para korban yang masih seusia mereka.

"Salat gaib untuk mendoakan teman kita yang terkena bencana. Mesji jaraknya jauh tapi pasti doanya sampai," ujar Raka.

Zaelani menambahkan, usai kegiatan doa bersama dan penggalangan dana pihak sekolah juga memberikan pembelajaran bagi siswa mengenai teknologi saat ini yang bisa dimanfaatkan untuk membantu melakukan penanganan terhadap bencana alam.

Dengan teknologi aeromodeling atau drone, penggunaan pesawat tanpa awak tersebut bisa digunakan untuk membantu memetakan titik lokasi bencana melalui udara.

"Saat ini untuj memetakan wilayah titik lokasi yang terdampak bencana akan lebih mudah dengan teknologi drone dengan potret dari udara ataupun video. Dengan kemajuan inilah kita juga ingin memperkenalkan kepada siswa supaya pengetahuan mereka bertambah," pungkasnya.