PILKADA JOGJA : Belum Punya e-KTP? Pelajar Dapat Gunakan Suket, Apa Itu?

14 Desember 2016 11:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja, sosialisasi untuk pemilih pemula perlu digencarkan.

Harianjogja.com, JOGJA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja menggelar giat sosialisasi kepada calon pemilih pemula terkait Pemilihan Wali Kota Jogja (Pilwali) 2017 yang akan diselenggarakan 15 Februari 2017 mendatang. Tim KPU menyasar sejumlah sekolah SMK dan SMA di Kota Jogja.

Sri Surani, Komisioner KPU Kota Jogja menjelaskan, giat sosialisasi tersebut mesti dilakukan mengingat saat ini muncul adanya informasi baru yang berkaitan dengan  program KTP Elektronik. Hal tersebut penting untuk disampaikan kepada pemilih pemula agar tak terjadi disinformasi. Disinformasi yang terjadi misalnya, mereka mengira jika belum melakukan rekam ktp elektronik maka tidak dapat menggunakan hak pilih. Padahal pemilih pemula dapat menggunakan surat keterangan (suket) dari disdukcapil yang diberikan kepada pemilih pemula.

“Mereka yang lahir pada 6 desember sampai 15 februari secara otomatis akan menerima surat keterangan dari Disdukcapil untuk dapat menggunakan hak pilihnya,” kata dia, Selasa (13/12/2016)

Sosialisasi yang diberikan kepada pemilih pemula yakni berkaitan dengan tanggal pelaksanaan pilwali, tata cara pelaksanaan, serta penyampaian informasi tentang calon wali kota. Sosialisasi tidak hanya menyasar lingkungan sekolah saja, namun juga hingga karang taruna di masing-masing wilayah.

Sementara itu, salah seorang siswa SMK N 2 Jogja,  Aland Aryaguna, 17, mengaku belum dapat memberikan pilihan terhadap calon walikota pada pilwali 2017 mendatang. Hal tersebut dikarenakan ia belum mengetahui secara mendalam visi dan misi dari masing-masing paslon.

“Ya belum mengetahui seluk beluk dari para calon. Masih belum menentukan pilihan,” kata dia.

Namun, meski begitu ia selama ini berupaya untuk mencari tahu rekam jejak paslon walikota Jogja yang diketahuinya pernah menjabat di wilayah pemerintahan. Selama ini ia mencari tahu dari berbagai sumber dan mengaku merasakan sendiri sebagai warga Kota Jogja perubahan yang pernah diciptakan oleh caloon tersebut sebelumnya.

“Kalau teknis atau tata acara pemilihan saya sudah tahu sedikit-sedikit,” kata dia.

Berbeda dengan Aland, Furqon Nirwansyah, 18, pelajar SMK 2 Jogja warga Ngampilan, Ngadiwinatan, Jogja mengatakan belum terlalu memahami perihal persyaratan untuk dapat menggunakan hak pilihnya.

“Masih bingung untuk memperoleh surat keterangan agar dapat menggunakan hak pilih, masih kurang paham,” ujarnya.

Ia berharap agar perwakilan KPU kota Jogja dapat terjun langsung ke masyarakat untuk dapat membimbing dan mengarahkan, sehingga pemilih pemula seperti dirinya dapat paham terkait alur dan persyaratan pilwali pada 2017 mendatang.