KECELAKAAN LAUT : Hati-hati! Musim Hujan, Debit Air Tinggi & Rawan Laka

Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
20 Desember 2016 08:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Kecelakaan laut di Pantai Baron terbilang tinggi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul diperingatkan ikhwal bahaya wisata air selama musim hujan kali ini. Sebanyak 40 wisatawan telah terseret arus sungai Pantai Baron selama dua bulan terakhir.

Koordinator Search and Rescue (SAR) Wilayah II Gunungkidul Marjono menyampaikan petugas SAR tidak bisa menutup kawasan sungai tersebut dari akses wisatawan. Pasalnya kata Marjono, sungai tersebut selama ini menjadi jalur keluar masuk kapal nelayan yang berlabuh di Pantai Baron. Solusi sementara hanya memperketat pengawasan di lokasi tersebut.

"Pengawasan dipekerketat di sana. Petugas terus berjaga di sana. Ada sebanyak tujuh papan pengumuman yang dipasang," ujarnya lagi, Senin (19/12/2016).

Saat ini menurut Marjono, ribuan wisatawan memadati Pantai Baron, tidak terkecuali hari biasa di luar akhir pekan. Kepadatan wisatawan terjadi seiring hari libur sekolah yang sudah dimulai.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono menyatakan, wisata air paling berbahaya selama libur kali ini. Pasalnya kata dia, terjadi peningkatan debit air selama musim hujan.

"Yang bahaya itu tidak hanya gelombang laut, tapi juga sungai termasuk sungai di gua. Seperti Gua Pindul, Kali Suci," jelas Harry Sukmono. Wisatawan yang berkunjung ke pantai disarankan untuk berhati-hati saat mandi di laut atau pun sungai.

Pada libur Natal dan tahun baru, kunjungan wisatawan ke Gunungkidul menurut Harry dipastikan meningkat. Pemerintah bahkan memasang target sebanyak 250.000 wisatawan berkunjung ke wilayah ini. Target tersebut dihitung dari 24 Desember hingga 2 Januari. Semakin banyak manusia, artinya potensi bencana semakin besar.

Pemerintah kata dia mengejar target pendapatan retribusi wisata sebesar Rp23 miliar hingga akhir tahun. Target tersebut sebelumnya ditetapkan oleh Pemkab dan DPRD Gunungkidul.

"Puncak kunjungan nanti pada hari H Natal dan malam tahun baru. Semoga target retribusi tercapai," jelas dia.