LALU LINTAS GUNUNGKIDUL : Jalur Pantai Baron Macet, Coba Lewat JJLS

Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor.(Bhekti Suryani/JIBI - Harian Jogja)
23 Desember 2016 10:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Lalu lintas Gunungkidul untuk kemacetan di Pantai Selatan Tak Tertangani

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Pemerintah angkat tangan menangani kemacetan di jalur wisata dari Pantai Baron hingga Indrayanti pada libur Natal dan tahun baru kali ini. Kemacetan di jalur wisata tersebut mencapai hingga tujuh kilometer.

Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi (AKBP) Nugrah Trihadi mengatakan polisi selama ini hanya dapat melakukan rekayasa lalu lintas. Seperti mengatur arus kendaraan di lapangan, buka tutup jalur dan lainnya.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/22/lalu-lintas-gunungkidul-kemacetan-capai-7-km-pemerintah-angkat-tangan-778722">LALU LINTAS GUNUNGKIDUL : Kemacetan Capai 7 Km, Pemerintah Angkat Tangan)

Namun demikian, rekayasa lalu lintas tersebut hanya untuk mengurangi kemacetan, alias tidak dapat menghapus kemacetan secara total.

"Itu [rekayasa lalu lintas] hanya untuk mengurangi kemacetan. Kalau tidak ada rekayasa, kemacetan bisa total. Dengan rekayasa lalu lintas minimal jalan bisa mengalir," paparnya lagi, Kamis (22/12/2016)

Sedangkan untuk mengurangi kemacetan di luar jalur Pantai Baron-Indrayanti dapat dilakukan wisatawan dengan memilih menggunakan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) saat menuju pantai selatan.

Ditambahkannya, selain lebar jalan tidak memadai, jalur wisata di pesisir Gunungkidul sejatinya belum mampu menampung beban berat seperti bus pariwisata ukuran jumbo. Alhasil, saat musim hujan jalan-jalan tersebut sangat mudah rusak.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Tanjungsari Slamet mengatakan, titik kemacetan parah di pesisir selain bentang jalan antara Pantai Baron dan Indrayanti yaitu pertigaan Pantai Kukup dan Pantai Krakal. "Dari Pantai Indrayanti pas mau keluar itu yang sangat rawan sekali macet," ungkap Slamet.

Sejatinya kata dia, kemacetan tersebut dapat dikurangi dengan menambah lebar jalan. Kalau pun belum diaspal, setidaknya dilakukan pengerasan jalan di kiri kanan jalan aspal. Bila pelebaran jalan tidak dilakukan, maka kemacetan parah tak dapat dihindari.

Ditambahkannya, mayoritas lebar jalan di jalur wisata yang hanya sekitar lima meter, belum layak dilewati bus besar sehingga tidak dapat berlimpasan. "Memang sudah ada upaya mengurangi macet, misal ada pelebaran jalan di dekat SMK Kelautan Tanjungsari serta ada penurunan tanjakan hingga enam meter. Tapi hanya beberapa titik," imbuhnya.

Koordinator SAR Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, kemacetan dari Pantai Baron dan Indrayanti seperti yang sudah-sudah mencapai hingga tujuh kilometer. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul sebelumnya menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 250.000 jiwa terhitung sejak 23 Desember hingga 2 Januari 2017.