Advertisement
BANDARA KULONPROGO : Pemilik Penginapan dan Rumah Makan di Pantai Glagah Bingung Pindah Usaha
Advertisement
Bandara Kulonprogo membuat pemilik usaha penginapan dan rumah makan di Pantai Glagah bingung
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah pemilik penginapan, karaoke, dan warung yang terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah mulai mengosongkan lahannya pekan lalu.
Advertisement
Sebagaimana surat pemberitahuaan dari Angkasa Pura, lahan harus dikosongkan maksimal pada tanggal 15 Januari.
Pelaku wisata ini juga sebelumnya telah mendapatkan ganti rugi atas asetnya dari pihak Angkasa Pura. Sedangkan untuk kompensasi lahan, pelaku wisata yang terhitung sebagai penggarap PAG ini masih harus menunggu berakhirnya sengketa terkait lahan tersebut dan proses konsinyasinya.
Sumantoyo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Glagah menjelaskan banyak sesamanya yang belum memiliki gambaran jelas mengenai masa depan usahanya.
Saat ini, sebagian besar pelaku wisata kemudian mengontrak rumah untuk dijadikan tempat tinggal. Sedangkan lokasi usahanya masih belum ada kejelasan.
“Karena selama ini kan usahanya sekaligus jadi tempat tinggal,” ujarnya. Paling tidak, terdapat 29 penginapan dan rumah makan yang berdiri di atas lahan PAG terdampak bandara.
Namun, memang ada sebagian pelaku wisata yang kemudian memindahkan perabotannya ke lokasi usaha baru salah satunya di Sedayu, Bantul. Adapula yang menyimpan perabotannya di gudang sembari menunggu lokasi usaha barunya siap.
Adapun, tanah kas Desa Sindutan dipilih karena berdekatan dengan rest area sehingga potensial dijadikan tempat usaha. Membeli lahan baru sendiri menurutnya bukan suatu solusi karena sebelumnya pemerintah sudah menjanjikan relokasi usaha di tanah kas desa dengan sistem sewa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





