Advertisement

BANDARA KULONPROGO : Warga Terdampak Gotong Royong Bangun Rumah Secara Bergantian

Sekar Langit Nariswari
Senin, 20 Maret 2017 - 08:55 WIB
Mediani Dyah Natalia
BANDARA KULONPROGO : Warga Terdampak Gotong Royong Bangun Rumah Secara Bergantian

Advertisement

Bandara Kulonprogo, warga terdampak siap membangun pemukiman.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kelompk pemukim yang siap membangun hunian baru telah menyimpan dana sebesar Rp19 miliar di bank daerah. Dana tersebut dimiliki oleh sekitar 169 KK yang merupakan warga terdampak bandara yang memilih relokasi.

Advertisement

Baca Juga :http://m.solopos.com/?p=802799"> BANDARA KULONPROGO : 169 KK Warga Relokasi Simpan Dana Rp19 Miliar

Sekretaris Dinas Perdagangan Slamet Santosa menyampaikan dana terbanyak berasal dari Desa Palihan berkisar Rp8 miliar dari 72 Kepala Keluarga (KK). Sementara jumlah terkecil yakni Rp651 juta dari Desa Jangkaran yang hanya memiliki 4 KK. Djaka menyebutkan total terdapat 22 kelompok pemukim yang berada di 5 desa relokasi yakni Janten, Palihan, Jangkaran, Kebonrejo, dan Glagah.

Jumlah kelompok pemukim di setiap desa disesuaikan dengan jumlah KK masing-masing. Nantinya, warga akan bergotong royong membangun bersama rumah secara bergantian. Dikatakan pula jika lahan relokasi warga terdampak bandara akan menggunakan tanah kas desa seluas 12,4 hektar. Selain itu, adapula lahan PAG di Kulur, Temon yang ditujukan bagi warga relokasi dengan sistem magersari seluas 9.100 meter.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono mengatakan pembangunan rumah relokasi diperkirakan akan bisa selesai dilakukan dalam 90 hari. Waktu tersebut dianggap relatif cepat karena rumah yang dibangun hanya 1 lantai. Karena itu, pengosongan lahan bandara diminta menyesuaikan dengan selesainya pembangunan rumah tersebut.

Masyarakat sendiri diberikan pilihan beberapa tipe rumah mulai dari tipe 36 sampai tipe 100. Setiap KK mendapatkan jatah tanah seluas 200 meter persegi dengan opsi denah bervariasi sesuai dengan keinginan warga. Adapun, rumah relokasi akan dibangun dengan konsep tahan gempa sebagaimana rumah sejenis lainnya yang dibangun di DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa

Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement