TRANS JOGJA : Bus Perkotaan Keberatan Penambahan Trayek

Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
03 April 2017 04:22 WIB Sunartono Jogja Share :

Trans Jogja, mengenai penambahan trayekm sosialisasi belum diberikan.

Harianjogja.com, JOGJA -- Awak angkutan perkotaan merasa keberatan dengan penambahan trayek Trans Jogja. Meski tinggal menghitung hari pengoperasiannya, namun Dinas Perhubungan dinilai belum melakukan sosialisasi secara intens terhadap kru perkotaan.

Koordinator Paguyuban Kru Bus Perkotaan se-DIY Benny menjelaskan, ia mengetahui detail terkait rencana penambahan jalur Trans Jogja dari media massa. Baik Dinas Perhubungan maupun operator belum mensosialisasikan terkait rencana itu. Ia mengakui sudah mendapatkan informasi terkait rencana sosialisasi yang bakal digelar Dishub pekan ini. Namun, bagi dia hal itu sudah terlambat. Seharusnya jauh hari sebelumnya kru perkotaan sudah diajak bicara. Apalagi, sebagian besar trayek yang akan dioperasikan persingunggan dengan angkutan perkotaan yang hingga saat ini masih berusaha bertahan.

"Kami jelas keberatan dengan rute tambahan ini, karena sangat merugikan perkotaan. Ibaratnya, mati kami tinggal menunggu hari jika rute tambahan [Trans Jogja] itu tetap dijalankan," terangnya, Minggu (2/4/2017).

Sebelumnya Dinas Perhubungan DIY menyatakan, melalui operator PT AMI, sebanyak tiga jalur akan dioperasikan mulai 10 April 2017 mendatang. Ketiganya adalah jalur 6A, 6B dan jalur 8. Penambahan itu tak sesuai rencana dari awalnya ditarget ada sembilan jalur tambahan namun masih kekurangan bus.

Terkait ketiga jalur itu, Benny mencermati, ketiganya persinggungan dengan angkutan perkotaan. Apalagi rencana jalur 8 yang melewati Jombor, Ringroad Barat, Jalan Godean lalu ke Malioboro. Jumlah armada perkotaan yang aktif sampai saat ini masih ada ratusan unit.

"Jangankan tiga jalur [tambahan], penambahan satu jalur [Trans Jogja] saja dampaknya berat bagi kami. Saya tak habis pikir, kasihan dengan teman-teman kru perkotaan, mereka butuh menghidupi anak istri," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, selama beberapa hari terakhir, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kru angkutan perkotaan terutama pada lima koperasi yang ada. Pihaknya akan melakukan audiensi dengan DPRD DIY dalam waktu dekat ini untuk mengadukan kemelut itu.