HARGA KEBUTUHAN POKOK : Jelang Puasa, Stabilitas Harga Dijaga

Yani ketika melayani pembeli di Pasar Beringharjo, Jogja. (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
07 April 2017 14:55 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok dipantau menjelang bulan puasa

 

Harianjogja.com, JOGJA-Harga kebutuhan bahan pokok memasuki Ramadan dan Idul Fitri biasanya akan mengalami gejolak. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersiap untuk menjaga stabilitas inflasi dengan sejumlah program.

Anggota TPID DIY, Budi Hanoto mengungkapkan Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk melaksanakan program-program kerja TPID.

"Di antaranya dalam menjaga kecukupan stok pangan strategis dengan melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan produksi dan distribusi," ujar Budi belum lama ini.

Selain itu, untuk mendukung dan menjaga pasokan bahan pangan, TPID DIY berupaya untuk melakukan kerjasama antar daerah. Budi mengatakan upaya itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok di DIY.

Untuk menjaga inflasi DIY agar tetap stabil, upaya lain yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah. Budi menambahkan peluasan Rumah Pangan Kita (RPK) juga perlu dilakukan hingga ke tingkat RW.

"Saat ini, jumlah RPK yang ada mencapai 551 unit, di mana 291 unit dibentuk tahun 2016. Diharapkan tahun ini, perluasan RPK mampu mencapai target 600 unit," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY ini.

Percepatan replikasi Kios Segoro Amarto di Pasar Kranggan juga menjadi program yang akan segera dilakukan TPID. Anggota TPID DIY Sri Fitriani menambahkan keberadaan kios ini dapat memberikan pengaruh psikologi pasar terhadap harga produk yang dijual. Dengan demikian, pasar akan menyesuaikan harga yang dijual di Kios Segoroamarto.

"April ini atau sebelum puasa tepatnya, dua Kios Segoro Amarto ini dapat segera dibuka di Pasar Kranggan dan Pasar Demangan. Sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran," jelas Fifin.