HARI NELAYAN NASIONAL : Izin Kapal Masih Sulit, Nelayan Rawan Dibidik Aparat

Salah seorang nelayan Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari sendang memerbaiki jaring yang digunakan bekal untuk menangkap ikan. Foto diambil beberapa waktu lalu. (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
07 April 2017 09:23 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Hari nelayan Nasional, pemerintah diharapkan dapat berpihak.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perayaan Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada Kamis (6/4/2017) masih sepi aktivitas. Kendati demikian, himpunan kelompok nelayan Gunungkidul berharap ada perhatian lebih sehingga upaya mewujudkan kesejahteraan bisa lebih dimaksimalkan.

Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=807884">HARI NELAYAN NASIONAL : Nelayan Gunungkidul Akui Ada Peningkatan Kesejahteraan, Tapi ..

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto, untuk saat ini dua masalah itu menjadi persoalan serius yang dihadapi nelayan. Diharapkan adanya bantuan dari pemerintah sehingga upaya mewujudkan kesejahteraan nelayan dapat lebih dimaksimalkan.

“Saya tidak menampik pengurusan izin kapal masih sulit sehingga masih ada nelayan yang belum memiliki izin dan sangat rawan dibidik aparat keamanan. Sedang dari sisi peralatan yang digunakan juga masih sangat tradisional sehingga berpengaruh terhadap hasil,” katanya, Kamis (6/4/2017).

Rujimanto mengungkapkan, bantuan dari pemerintah masih sangat dibutuhkan sebagai stimulan bagi nelayan. Terlebih lagi, kegiatan melaut masih hal yang baru karena dari sisi kultural nenek moyang orang Gunungkidul adalah petani sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan di laut.

“Saya ingat sekitar 80-an, orang-orang pesisir Gunungkidul hanya membantu nelayan luar saat mendaratkan kapal di Pantai Baron. Namun lambat laun, posisi itu makin berubah dan hingga sekarang warga sudah berani melaut sendiri, meski dalam jangkauan berlayar yang masih terbatas,” ujarnya.

Menurut dia, stimulant-stimulan itu dibutuhkan agar memberikan rangsangan dan semangat kepada nelayan untuk memperbesar usaha yang dimilikinya.

“Kami berharap jika memang ada bantuan dapat diberikan kepada nelayan yang membutuhkan sehingga apa yang diberikan dapat tepat sasaran,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengaku belum bisa berkomentar banyak tentang masalah nelayan di Gunungkidul. Ia berdalih masih butuh belajar karena baru menempati jabatan itu belum lama. Kendati demikian, ia berjanji akan memperhatikan kelompok nelayan Gunungkidul melalui program pemberdayaan yang dimiliki.

“Saya belum dapat berkomentar banyak karena masih harus belajar. Tapi yang jelas, upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan harus terus dilakukan,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.