UNBK 2017 : Alami Gangguan Teknis, 242 Siswa di Gunungkidul Ikuti Ujian Susulan

Suasana pelaksanaan UNBK di SMK Muhammadiyah 2 Playen, Senin (4/4/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
16 April 2017 08:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

UNBK 2017, ratusan siswa akan mengulang ujian.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sebanyak 242 siswa dari Gunungkidul akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan. Rencananya ujian itu diselenggarakan pada 18-19 April mendatang.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul Sukito mengatakan, 242 siswa yang harus mengikuti ujian susulan berasal dari SMK sebanyak 239 siswa. Sedangkan tiga siswa lainnya berasal dari SMA.

Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat para siswa harus mengikuti ujian susulan, di antaranya karena sakit hingga masalah teknis pelaksanaan ujian yang sempat mengalami kendala karena server jaringan.

“Memang ada beberapa yang sakit, tapi secara garis besar karena siswa tidak bisa mengerjakan soal karena adanya gangguan. Total ada 234  siswa SMK yang harus mengikuti ujian susulan untuk mata pelajaran teknik kejuruan,” kata Sukito kepada wartawan, Jumat (14/4/2017).

Mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan ujian susulan. Rencanannya ujian ulang dilakukan pada 18-19 April esok. “Semua sudah siap dan untuk jadwal mata pelajaran disesuaikan dengan waktu yang ada sehingga pelaksanaanya tidak ada masalah,” katanya lagi.

Lebih jauh dikatakan Sukito, meski ada sedikit kendala saat UNBK berlangsung, namun secara umum pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar. Menurut dia, permasalahan lebih banyak terjadi pada saat ujian untuk SMK. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti ujian susulan. “Di SMK ada ratusan siswa yang tidak bisa mengakses soal sehingga tidak bisa mengerjakan soal saat ujian berlansung,” ucapnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan ujian di tingkat SMA, relative lebih lancar. Meski sempat ada beberapa masalah server tapi secara umum tidak mengganggu proses jalannya ujian. “Siswa SMA yang harus ikut ujian susulan bukan karena ada kendala pada masalah teknis, namun yang bersangkutan sakit sehingga berhalangan hadir,” tutur Sukito.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Saptosari Siti Fadilah membenarkan adanya 53 siswa di sekolahnya yang harus mengikuti ujian susulan. Para siswa terpaksa mengikuti ujian susulan karena saat mengerjakan soal teknik kejuruan audio video, ada masalah dengan materi soal sehingga ujian terpaksa dihentikan.

“Kejadiannya terjadi pada hari terkahir ujian SMK. Puluhan siswa tidak bisa mengerjakan karena materi soal tidak muncul secara keseluruhan,” kata Siti.