Advertisement
PENCEMARAN LINGKUNGAN : Kesal, Warga Tambal Paksa Lubang Pembuangan Limbah Pabrik
Advertisement
Pencemaran lingkungan terjadi di Dusun Banyakan, Bantul
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga RT 2 Dusun Banyakan II Desa Srimulyo, Piyungan membuktikan ancaman mereka untuk menambal semua lubang pembuangan saluran limbah pabrik penyamakan kulit di kawasan Dusun Banyakan II Desa Srimulyo. Puluhan lubang pembuangan limbah itu ditambal permanen oleh warga dengan menggunakan campuran semen dan pasir.
Advertisement
Aksi itu yang dilakukan warga pada Minggu (16/4/2017) lalu itu memang dilatarbelakangi kekesalan mereka atas tidak adanya respon, baik dari pihak pemilik pabrik maupun pemerintah terhadap keluhan mereka atas pembuangan limbah. Sebelumnya, paska-audiensi yang mereka lakukan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhir tahun lalu, mereka lantas diminta menunggu keputusan dari DLH terkait tindak atas keluhan tersebut.
“Kami diminta menunggu 15 hari. Nyatanya, sampai hari ini tidak ada respon. Kami kesal, kami harus menunggu berapa lama lagi,” kata Hartono, Ketua RT 2 Dusun Banyakan II saat ditemui di lokasi sekitar pembuangan limbah, Selasa (18/4/2017).
Aksi penambalan itu, tambah Hartono sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pasalnya, sejak dibangunnya kawasan industri penyamakan kulit itu, warganya memang sudah merasakan dampaknya, terutama terkait limbah cair yang mengalir di saluran air sekitar kediaman mereka.
Sejak itu pula, mereka sebenarnya sudah mengajukan protes. Namun, lantaran pihak pemillik pabrik sudah menjanjikan akan mencari solusinya, warga pun melunak.
“Tapi sekarang, kesabaran kami sudah habis,” tegasnya.
Aksi warga itu sebenarnya tak ditanggapi secara langsung oleh pihak pemilik pabrik. Namun pihak pemilik pabrik secara diam-diam membongkar tambalan itu saat warga lengah.
“Siang kami tambal, besok paginya kami cek, sudah dibongkar. Ya sore harinya kami tambal lagi. Begitu seterusnya,” tambah, Edy Sarwoto, warga lainnya.
Itulah sebabnya, ia berharap pemerintah segera ikut ambil bagian dalam konflik ini. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, kerugian warga akan semakin besar.
“Sumur saya saja yang jaraknya sekitar 5 meter dari saluran ini, airnya sudah tercemar,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





