JOGJA INTERNATIONAL AIR SHOW : 2 Rekor MURI Dipecahkan, Apa Saja?

Aksi lempar chuck glider dalam pembukaan Jogja International Airshow (JIAS) 2017 di Lapangan Terbang Gading, Desa Gading, Kecamatan Playen, Rabu (26/4/2017). (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
01 Mei 2017 05:21 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Jogja International Air Show 2017 memecahkan Rekor MURI

Harianjogja.com, BANTUL -- Jogja Internasional Air Show (JIAS) di kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, 26 - 30 April 2017 memecahkan dua rekor untuk dimasukkan dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia.

"Untuk rekor MURI ada dua, pertama pelontaran chuck glider, kemudian pemecahan rekor kerja sama formasi di udara," kata Komandan Lanud (Danlanud) Adisutjipto Marsma TNI Ir Novyan Samyoga di sela kegiatan JIAS di Lapangan Terbang Depok Bantul, seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/4/2017).

Danlanud mengatakan pemecahan rekor Muri pelontaran chuck glider sebanyak seribu glider dilakukan di Lapangan Terbang Gading Kabupaten Gunung Kidul pada 26 April atau hari pertama pelaksanaan JIAS.

Pemecahan rekor kedua yaitu kerja sama di udara oleh 30 peterjun yang membentuk formasi dengan bergandengan tangan selama tujuh detik di udara dilakukan pada 28 April. Rekor sebelumnya dipecahkan oleh 24 penerjun.

"Jadi Alhamdulillah ada dua rekor yang dipecahkan dalam event JIAS 2017, dan tadi langusng dari ketua harian FASI DIY menyerahkan sertifikatnya kepada saya secara resmi. Jadi hal ini sudah diakui pemecahan rekor MURI tersebut," katanya.

Danlanud menjelaskan kegiatan serupa merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY, FASI DIY dan Lanud Adisutjipto yang pada 2017 berbeda dengan tahun sebelumnya karena melibatkan para atlet dari mancanegara.

"Alhamdulillah walaupun kegiatan tahun ini dapat dikatakan lima kali lebih komplek karena digelar di kabupaten/kota se-DIY, apalagi ditambah yang sifatnya internasional, namun semua berlangsung dengan aman, tertib dan lancar," katanya.

Mengenai evaluasi dari pelaksanaan JIAS, Danlanud mengatakan yang perlu dievaluasi adalah detail tiap kegiatan karena event kedirgantaraan ini melibatkan seluruh kabupaten/kota sehingga ke depan kegiatan menjadi lebih baik.

"Tahun depan kami akan gelar dengan cara yang hampir sama dengan format yang lebih baik tentunya. Semua kabupaten/kota di DIY sudah faham dari pelaksanaan ini. Kegiatan ini tidak hanya untuk TNI AU namun untuk daya tarik wisatawan," katanya.