BUMD BANTUL : Bantul Radio Perburuk Kondisi Aneka Dharma

Kantor Perusahan Daerah (PD) Aneka Dharma yang terletak di Jalan Jendral Sudirman No.36, Kecamatan Bantul, Bantul. Senin (26/9/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
06 Mei 2017 15:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

BUMD Bantul Aneka Dharma juga terganjal masalah radio lokal.

Harianjogja.com, BANTUL -- Tak hanya tersendatnya laporan pertanggungjawaban (LPJ) jajaran direksi lama, Bantul Radio dipastikan juga menjadi penghambat penyelesaian polemik finansial Perusahaan Daerah (PD) Aneka Dharma.

Diakui Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian Setda Bantul Supriyanto Widodo, di antara problem tersebut adalah status Bantul Radio yang berbentuk perseroan terbatas tersebut sejak 2012 tidak memiliki akta perusahaan. Dengan begitu manajemen harus mengurusnya.

“Karena tidak adanya akta ini pula manajemen Bantul Radio kesulitan mengurus perpanjangan perizinan. Nanti [izinnya] tetap di Sleman,” jelas Supriyanto kemarin (5/5/2017).

Seperti diketahui, Bantul Radio dulunya memang bernama Radio Sangga Buana Citra yang berlokasi di kawasan Ngemplak, Sleman. Radio ini lantas diakuisisi Pemkab Bantul pada 2008 dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar.

Lantaran tak memiliki akta, pihak manajemen harus mengurus perubahan manjerial perusahaan hingga lima kali. Setidaknya, per perubahan akta di kantor notaris membutuhkan biaya sekitar Rp2-4 juta. Ironisnya, manajemen kesulitan mencari anggaran sendiri untuk mengurus biaya administrasi di notaris ini.

Meski begitu, mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Pora) Bantul ini optimistis RUPS PD Aneka Dharma bisa segera dirampungkan.

Terpisah, Direktur PD Aneka Dharma Aditya Hera Nurmoko sebelumnya membenarkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya tengah dibelit masalah finansial. Tak terkecuali Bantul Radio. Bahkan, manajemen Bantul Radio sendiri berulang kali meminjam uang kepada PD Aneka Dharma untuk menutup biaya operasional.

“Internal sudah kehabisan modal,” ucapnya.