PERTANIAN KULONPROGO : Dinilai Lebih Efektif, Sistem Mina Padi Mulai Digalakkan

Ilustrasi MInapadi (JIBI/Harianjogja - Joko Nugroho)
09 Mei 2017 18:22 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pertanian Kulonprogo dikembangkan dengan sistem mina padi.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berupaya mengarahkan petani untuk mengembangkan sistem pertanian mina padi. Metode tersebut dinilai efektif meningkatkan produktivitas padi maupun ikan yang dibudidayakan di area persawahan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo, Sudarna mengatakan, pendampingan untuk menerapkan sistem mina padi mulai dilakukan pada 2016 lalu. Uji coba dilaksanakan dengan menggunakan lahan pertanian seluas 1,2 hektare di Desa Kembang, Nanggulan.

“Sekarang orientasinya sawah juga berpotensi untuk usaha perikanan. Luas sawah tidak akan berkurang. Padi tetap bisa ditaman sambil memasukkan budi daya ikan,” ujar Sudarna, Senin (8/5/2017).

Sudarna mengungkapkan, mina padi di Kembang yang mengolaborasikan budi daya tanaman padi dan ikan nila kurang berjalan mulus. Mereka mengalami kendala pada kebutuhan air karena adanya kerusakan pada saluran irigasi Kalibawang. Saat itu, ikan yang idealnya dipanen setelah 60-80 hari harus dipanen saat berusia 30-35 hari.

Meski begitu, ikan-ikan tersebut sudah bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani. Mereka juga akhirnya termotivasi untuk menerapkan sistem mina padi kembali.

“Mereka yakin akan melanjutkan dengan tabungan hasil penjualan ikan,” kata Sudarna.