Kepatihan Jogja Direvitalisasi, Pintu Keluar Masuk Dipindah Lewat Selatan

10 Mei 2017 09:19 WIB Sunartono Jogja Share :

Pemda DIY mulai melakukan proses revitalisasi Kompleks Kepatihan

 

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mulai melakukan proses revitalisasi http://m.harianjogja.com/?p=786182">Kompleks Kepatihan dengan anggaran dana keistimewaan sebesar Rp13 miliar.

Salahsatu bagian terpenting dari proyek tersebut adalah merubah pintu keluar masuk ke Kepatihan dari awalnya arah barat dan timur menjadi terpusat di selatan.

Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY Haryanta menjelaskan, anggaran sebesar Rp13 miliar itu untuk delapan pekerjaan dalam satu paket. Dari delapan pekerjaan itu, salahsatunya adalah merehabilitasi dua pintu di bagian selatan kompleks Kepatihan.

Kedua pintu yang berada di Jalan Suryatmajan itu rencananya akan dipakai sebagai pintu masuk dan keluar. Hingga 2017, Kompleks Kepatihan masih menggunakan pintu keluar masuk di sebelah timur tepatnya di Jalan Mataram dan di sebelah barat di Jalan Malioboro.

"Jadi [kompleks] Kepatihan nanti akan menghadap ke selatan," ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (9/5/2017).

Dua pintu yang berada di dinding selatan kompleks akan kembali diaktifkan dengan dilakukan pemugaran. Kedua pintu itu berposisi sejajar dengan dinding berada sebelah barat yang memiliki lebar enam meter dan timur lebar lima meter.

Haryanta memastikan, meski di antara kedua pintu itu tepatnya di sisi utara Jalan Suryatmajan ada aset milik warga namun sepenuhnya sudah dibebaskan dan telah menjadi aset milik Pemda DIY.

"Tidak ada masalah karena sudah diberi ganti rugi dan sekarang menjadi aset milik Pemda [DIY]," ujarnya.

Mengingat Kompleks Kepatihan merupakan bangunan cagar budaya, pihaknya melakukan pemugaran secara hati-hati. Karena itu, dalam proses perencanaan hingga pembangunan selalu melibatkan ahli cagar budaya. Hasil kajian ahli tersebut, pemugaran tembok sisi selatan kompleks tersebut tidak menyalahi aturan.

Salahsatu dari kedua pintu di dinding selatan itu akan diberikan identitas yang menandai bahwa kawasan tersebut adalah Komplek Kantor Gubernur DIY.

"Mulai kapan pintu masuk dan keluar di Kepatihan ini lewat selatan, kami belum bisa memastikan. Prinsipnya kami sudah memulai pemugarannya," kata dia.

Selain pemugaran pintu gerbang, pekerjaan lain dalam paket revitalisasi Kepatihan itu antara lain, trotoar, taman, jaringan air bersih dan air minum, bangunan rumah, genset, garasi bus, tempat sampah, taman parkir gerbang sisi selatan hingga lampu taman.