Indonesia & Rusia Penguatan Kerja Sama Internasional, Ini 3 Bidang yang Disepakati

BISNIS - DEDI GUNAWAN
11 Mei 2017 04:22 WIB I Ketut Sawitra Mustika Sleman Share :

Kerja sama internasional kali ini dimotori Kementeriaan Koordinator Perekonomian.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Pertemuan ketiga Working Group on Trade, Invesment and Industry [WGTII] Republik Indonesia dengan Rusia menghasilkan beberapa hal seperti penguatan kerja sama dibidang kereta api, perbankan, dan perikanan.

Kepala Bidang Kerja sama Eropa Kementerian Koordinator Perekonomian, Novriadi Wijaya mengatakan dalam rapat tersebut ada beberapa masukan yang diterima pihaknya seperti kesiapan PT Industri Kereta Api Indonesia [INKA] untuk menjadi mitra lokal perusahan Rusia yang ingin mendatangkan lokomotif dan kereta bekas.

“PT INKA juga berharap agar lokomotif dan kereta bisa diproduksi di Indonesia, tapi fokusnya masih railways” katanya seusai rapat yang diselenggarakan di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Selasa (9/5/2017).

Novriadi menambahkan dalam rapat juga dibahas perkembangan rencana pencabutan pembatasan ekspor ikan ke Rusia. Hanya saja, ia mengatakan hal tersebut masih menunggu kedatangan tim ispeksi Rusia.

“Ada juga kerja sama perbankan antara Indonesia Exim Bank dengan Rusia. Kedua belah pihak sepakat mengenai perlunya mengambil langkah konkret untuk mengembangkan kerjasama perdagangan dan ekonomi bilateral,” jelasnya.

Selain hal tersebut, tambahnya, Indonesia juga mengundang Dimars [perusahan Rusia] untuk berinvestasi di bidang pariwisata. Novri mengatakan hal tersebut masih perlu disinergikan dengan program Pemkab Wakatobi, Kolaka, dan Taman Nasional Gunung Merapi.
Pertemuan ke-3 Working Group on Trade, Invesment and Industry [WGTII] Republik Indonesia dengan Rusia diikuti lintas kementerian dan daerah yang terdiri dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Pertamina, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Wakil Bupati Wakatobi, dan berbagai Dinas di Sleman.

Menurut Novriadi Sleman di pilih menjadi tempat pertemuan karena Sleman memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang bisa dikerjasamakan dengan  pihak Rusia dalam rangka pertukaran budaya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara mengatakan hal ini merupakan pengakuan dari pihak luar mengenai kehebatan pariwisata dan budaya yang dimiliki Sleman.

“Harapannya nanti bukan hanya ada peningkatan wisatawan dari Rusia, tapi seniman Sleman bisa lebih berkembang dan kreatif setelah perluasan pergaulan,” tutupnya.