Kapolres Ancam Tutup Wisata Gua Pindul Jika Konflik Meluas

Pasukan personel Polres Gunungkidul terlihat berjaga-jaga di area wisata Gua Pindul. mereka berjaga untuk menjaga keadaan tetap aman dan kondusif. Senin (4/8/2014). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
12 Mei 2017 17:02 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Konflik berkepanjangan yang terjadi antara pengelola objek wisata Gua Pindul, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo belum juga mereda

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Konflik berkepanjangan yang terjadi antara pengelola objek wisata Gua Pindul, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo belum juga mereda. Polres Gunungkidul ancam tutup objek wisata Gua Pindul jika konflik terjadi semakin meluas hingga mengganggu ketertiban umum.

Kepala Polres (Kapolres) Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiyarto mengatakan pilihan terakhir jika sampai konflik di Gua Pindul meluas hingga mengakibatkan bentrok fisik, maka objek wisata susur gua itu akan ditutup.

“Menutup untuk menjaga keamanan. Kalau konfliknya terlalu besar salah satu pemecahan masalahnya dengan ditutup, ya ditutup saja. Kan ributnya gara-gara wisata. Daripada ribut ya tidak usah wisata,” kata dia, Jumat (12/5/2017).

Upaya penutupan objek wisata Gua Pindul itu kata dia dilakukan sebagai pilihan terakhir manakala situasi konflik sudah tidak dapat dikendalikan. Terlebih kata Arif para pengelola Gua Pindul yang berkonflik sudah mulai membawa pihak ketiga yang semakin memperkeruh suasana.

Dan jika hal itu terbukti benar, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas. “Kalau sampai ada pihak ketiga yang membuat gaduh, masyarakat berkumpul dan seolah-olah terjadi bentrok. Maka selesai sudah, tutup saja,” tegasnya.

Namun demikian pihaknya kini masih mencari penyelesaian konflik yang terbaik agar semua pihak tidak merasa saling dirugikan. Pada Jumat siang, Kapolres menemui Wakil Bupati Gunungkidul dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk membahas penyelesaian konflik tersebut.

Salah satu yang menjadi pokok bahasan adalah perihal percepatan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bejiharjo, yang diproyeksikan sebagai solusi konflik yang selama ini terjadi.

BUMDes nantinya akan diberikan wewenang untuk mengelola objek wisata Gua Pindul, sehingga seluruh operator atau pengelola yang selama ini berdiri sendiri akan berada dalam naungan BUMDes tersebut.

“Ini akan terus didorong untuk ada percepatan operasional BUMDes. Kalau BUMDes tercapai dan berjalan efektif ya nanti tinggal ditegakkan aturanya,” kata dia.