Hindari Simpang Empat Sedayu, Buka Tutup hingga 2 September 2026
Rekayasa lalu lintas buka tutup di Simpang Empat Sedayu, Bantul, berlaku hingga 2 September 2026. Pengendara diminta waspada dan memilih jalur alternatif.
Seorang petugas mengecek kondisi e-KTP yang baru saja selesai dicetak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo, beberapa waktu lalu. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
DIY masih kekurangan blangko E-KTP sebanyak 25.000 keping
Harianjogja.com, JOGJA - DIY masih kekurangan blangko E-KTP sebanyak 25.000 keping dari total 125.000 perekaman dan validasi data kependudukan per Desember 2016.
Pemda DIY belum mendapatkan kejelasan waktu pendistribusian blangko dari pusat, akibatnya warga yang telah direkam datanya belum mendapatkan fisik dari E-KTP.
Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DIY Benny Suharsono menyatakan, kekurangan blangko E-KTP seluruh DIY per Desember 2016 mencapai 25.000 keping.
Kekurangan itu setelah dihitung dari total perekaman, validasi data kependudukan per individu warga yang mencapai 125.000 per Desember 2016.
Padahal selama itu pula Pemda DIY baru mendapatkan 100.000 keping blangko yang dikirim dalam dua kali yakni 60.000 dan 40.000 keping.
"Kekurangan kita 25.000. Terakhir itu yang siap datanya, sudah divalidasi ketunggalannya itu 125.000 keping kebutuhannya, itu siap cetak. Padahal kami baru dapat 100.000 keping," terangnya di DPRD DIY, Senin (15/5/2017).
Kekurangan itu belum termasuk perekaman ulang akibat perubahan status kependudukan dan kerusakan fisik E-KTP hingga Desember 2016. Benny penegasan hasil perekaman dan validasi data di 2017 belum masuk dalam kekurangan tersebut. Karena itulah diprediksi kekurangan blangko bisa mencapai di atas angka 25.000 keping.
"Itu belum termasuk ganti status menikah, tidak menikah itu Desember [2016]. Padahal setelah Desember kan ada rekam data lagi, itu [ada kekurangan tambahan di luar 25.000 keping yang sudah divalidasi]," kata dia.
Warga yang belum mendapatkan fisik E-KTP, untuk sementara diganti dengan surat keterangan. Pihaknya belum dapat memastikan kapan kekurangan puluhan ribu blangko itu dapat tercukupi. Pemda DIY melalui koordinasi dengan pusat terus berupaya jemput bola jika sudah ada informasi pendistribusian blangko.
"Kekurangan ini domainnya pusat. Kami sudah fasilitasi teman-teman untuk jemput bola ke Jawa Tengah kalau sudah dapat info pendistribusian, karena pengerjaan lelang di sana biasanya," tegas Benny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekayasa lalu lintas buka tutup di Simpang Empat Sedayu, Bantul, berlaku hingga 2 September 2026. Pengendara diminta waspada dan memilih jalur alternatif.
Febrie Adriansyah mengaku dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Ia menilai alat bukti belum cukup untuk penahanan.
Eropa dinilai semakin bergantung pada LNG Amerika Serikat setelah menghentikan impor energi Rusia. Pangsa pasokan diperkirakan mencapai 80%.
AHY menegaskan Transit Oriented Development menjadi strategi membangun kota terintegrasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY memprediksi inflasi di DIY hingga akhir 2026 tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran
Prabowo menjelaskan Prabowonomics sebagai arah kebijakan ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.