RESTORASI GUMUK PASIR : Relokasi Warga Zona Inti Dikhawatirkan Picu Gelombang Warga Pendatang

Petugas Satpol PP Bantul saat meninjau lokasi lahan relokasi untuk warga terdampak penggusuran zona inti gumuk pasir, awal pekan lalu. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
18 Mei 2017 09:22 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Restorasi Gumuk Pasir berisiko menimbulkan masalah baru.

Harianjogja.com, BANTUL -- Sempat mangkrak, lahan relokasi bagi warga terdampak penggusuran zona inti gumuk pasir Cemoro Sewu, Desa Parangtritis, Kretek kembali dilanjutkan. Meski begitu, upaya Pemkab Bantul menyiapkan lahan relokasi bagi 23 warga terdampak itu justru mendapat kritikan tajam dari legislator.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/06/restorasi-gumuk-pasir-pemerintah-tanggapi-somasi-lbh-814876">RESTORASI GUMUK PASIR : Pemerintah Tanggapi Somasi LBH

Suradal, salah satu Anggota DPRD Bantul menuturkan, upaya relokasi itu seharusnya tak gegabah diambil oleh Pemkab Bantul. Terlebih, dari 23 warga terdampak itu, sekitar separuhnya merupakan warga luar Bantul.

Legislator yang memiliki Daerah Pemilihan (Dapil) Kretek itu khawatir, niat baik yang dilakukan Pemkab Bantul dengan merelokasi warga terdampak, nantinya justru menjadi bumerang. Banyaknya warga yang berasal dari luar Bantul itu, dikhawatirkannya akan menjadi pemicu semakin banyaknya warga luar Bantul yang bertempat di sekitar lahan relokasi.

“Kalau itu terjadi, berarti pemerintah hanya memindahkan lokasi masalahnya saja,” ucap legislator yang saat ini berada di Komisi B DPRD Bantul itu saat ditemui di Ruang Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Bantul, Rabu (17/5/2017).