Bukan Sekadar Buka Lomba, Wawali Astrid Turun ke Sungai dan Mancing Bareng Warga
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Balita Muhammad Syaqif Dirga Krisnawan di Ruang IMC RSPU dr Sardjito dengan ditunggui oleh pamannya Kantun Basuki, Rabu (28/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan vonis tiga tahun lima bulan penjara kepada terdakwa Herman Johanis Banoet
Harianjogja.com, SLEMAN- Majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan vonis tiga tahun lima bulan penjara kepada terdakwa Herman Johanis Banoet dalam kasus http://m.harianjogja.com/?p=779005">kecelakaan yang menewaskan kedua orangtua Muhammad Syaqif Dirga Triskanadifan.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=779005">KECELAKAAN SLEMAN : Suami Istri Jadi Korban Tabrakan Maut
Selain itu, terdakwa juga diharuskan membayar denda sebesar Rp5 juta. Jika denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan hukuman lima bulan penjara. Baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) pikir-pikir dengan vonis tersebut. Pasalnya, vonis tersebut masih di bawah tuntutan JPU yakni lima tahun penjara.
Jaksa M. Ismet Karnawan mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir atas vonis tersebut. Sebabnya, kata Ismet, ada pertimbangan dalam vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang perlu dikonsultasikan dengan atasannya.
"Kalau pertimbangannya dinilai bermasalah, ya kami akan banding. Kami konsultasikan dulu dengan atasan," kata Ismet usai sidang, Senin (22/5/2017).
Hal senada disampaikan terdakwa Herman. Kepada majelis hakim yang diketuai oleh Christina Endarwati, Zulfikar Siregar dan Putu Agus Wiranata, terdakwa masih akan pikir-pikir terkait vonis tersebut.
Baik terdakwa maupun JPU diberi waktu selama seminggu oleh majelis hakim untuk menerima atau tidak vonis tersebut. "Terdakwa punya hak untuk menyatakan banding," kata Christina.
Kasus kecelakaan yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut terjadi Kamis (22/12/2016) di Jalan Magelang Dusun Kutu Asem, Sinduadi, Mlati. Saat itu, kedua korban Sutrisno dan Sri Kanthi mengendarai motor bersama salah seorang anaknya, Muhammad Syaqif Dirga Triskanadifan.
Akibat peristiwa itu, Sutrisno dan Kanthi meninggal dunia. Syaqif yang saat itu berumur empat bulan harus dirawat di RSUP dr Sardjito karena menderita pendarahan serius hingga koma. Saat ini, Syafiq masih dirawat oleh keluarga besarnya di Mancasan, Wirobrajan, Jogja.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=806090">KECELAKAAN SLEMAN : Luka di Kepala Akibatkan Tangan & Kaki Taasqif Sering Getar Sendiri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Penerimaan pajak DIY mencapai Rp4,5 triliun hingga September 2026. DJP memperkuat pengawasan wajib pajak dan koordinasi dengan pemda.
Pengguna Mac diincar iklan Claude palsu di Google. Kenali modus ClickFix yang menyamarkan perintah berbahaya dan cara menghindarinya.
Kiandra Ramadhipa mengincar tiga besar klasemen Moto3 Junior 2026. Simak peluang pembalap asal Sleman dan jadwal balapan di Misano.
Pengajuan visa bisa terkendala karena dokumen tidak lengkap, paspor, atau data tidak sesuai. Simak enam hal yang perlu diperiksa sebelum mengajukan visa.
Agnez Mo akan debut di Madame Tussauds Hollywood pada Oktober 2026. Simak penampilan busana denim dan perjalanan patung lilinnya di Asia.