BUMDes Diresmikan untuk Redam Konflik Gua Pindul

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono, berbicara di hadapan sejumlah pengelola objek wisata Gua Pindul saat mediasi konflik antar-pengelola di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Rabu (19/4/2017). (JIBI/Harian Jogja - Irwan A. Syambudi)
22 Mei 2017 23:55 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Konflik Gua Pindul yang berkepanjangan diharapkan segera selesai.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Badan Usaha Mililk Desa (BUMDes) Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo telah diresmikan oleh Bupati Gunungkidul. Rencananya BUMDes akan mengambil alih pengelolaan objek wisata Gua Pindul yang selama ini masih kerap terjadi perselisihan antar pengelola.

Bupati Gunungkidul, Badingan meluncurkan langsung BUMDes Maju Mandiri pada Minggu (21/5/2017) di Balai Desa Bejiharjo. Dalam sambutannya dia mengatakan BUMDes merupakan sarana dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat. Selain itu diharapkan setelah diresmikan akan mampu mencegah konflik dalam pengelolaan wisata dia Bejiharjo.

Terlebih sudah bertahun-tahun konflik antar pengelola wisata Gua Pindul tak kunjung usai, sehingga BUMDes menjadi harapan untuk dapat mengurai konflik.

"Gua Pindul ini ladang emas bagi warga Bejiharjo, karena tidak membuat maka harus dikelola dengan baik. Ini merupakan berkah, tapi kalau kita tidak bisa bersyukur  akan terjadi petaka, maka mari kita bersama-sama bersatu dan mendukung program BUMdes Maju Mandiri," kata dia, Minggu kemarin.

Lebih lanjut, Badingah mengapresiasi terbentuknya BUMDes Maju Mandiri yang memiliki lima unit kerja termasuk unit kerja pariwisata. Dia meminta agar BUMDes segera untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk mendukung kinerja mereka. Dan dia berpesan agar Dinas Pariwisata ataupun Organsai Perangkat Daerah (OPD) lainnya legowo untuk mendukung kerja BUMDes.

Sementara Kepala Desa Bejiharjo, Yanto menambahkan BUMDes Maju Mandiri diproyeksikan sebagai salah satu solusi untuk pengelolaan pariwisata di Bejiharjo yang selama ini masih berpolemik.
“Harapan kami dengan diresmikannya BUMDes ini dapat lebih tertata dengan baik pengelolaan usaha dan pariwisata di Bejiharjo," kata dia.

Selain dalam hal pengelolaan pariwisata, tugas yang lainnya seperti pengolahan sampah, pengelolan pasar, simpan pinjam, penyewaan soudsistem juga menjadi tanggungjawab BUMDes. Sehingga dia meyakini dengan adanya BUMDes akan membawa dampak yang positif bagi desa Bejiharjo.

Namun demikian, pihaknya tidak akan dapat bekerja jika tidak mendapatkan dukungan dari warga. Oleh karena itu dia memita doa restu dan dukungan kepada seluruh warga Bejiharjo untuk menjalankan BUMDes sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.

"Dengan ini semoga lebih dapat mensejahterakan masyarakat," ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Sariyanto mengatakan BUMDes merupakan salah satu solusi dari peliknya pengelolaan wisata Gua Pindul. Dengan adanya BUMDes, pengelola atau operator Gua Pindul yang selama ini berkonflik dapat diredam. Pasalnya mau tidak mau nanti pengelolaan Gua Pindul menjadi satu melalui BUMDes.

Namun demikian kata dia, BUMDes juga memerlukan waktu untuk melakukan pengelolaan. “Tidak serta merta setelah terbentuk langsung dapat melakukan pengelolaan. Mereka [BUMDes] butuh waktu,” ujarnya beberapa waktu lalu.