BPJS KESEHATAN : Waspadai Penyakit Kronis Diusia Senja

Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos - Antara)
23 Mei 2017 04:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

BPJS Kesehatan memberikan perhatian kepada pasien usia lanjut berusia kronis.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Jumlah penderita penyakit kronis di wilayah Sleman cukup tinggi. Saat ini, jumlah penderita penyakit tersebut yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan Cabang Sleman mencapai 10.000 orang.

Kepala Unit Manajer Pelayanan Kesehatan Primer (MPKP) BPJS Sleman Tofik menjelaskan, penderita penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi cukup tinggi. Paling banyak didominasi usia senja atau kalangan pensiunan.

"Total yang terdaftar sekitar 10.000 orang. Paling banyak para pensiunan, yang usia muda masih sedikit," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (22/5/2017).

Untuk menurunkan jumlah penderita penyakit kronis tersebut, pihaknya menggelar Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan membudayakan pola hidup sehat.

"Sambil proses penyembuhan, mereka juga diberi penyuluhan agar dapat hidup bugar meskipun menderita penyakit kronis," katanya.

Menurut Tofik, Prolanis menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan melakukan senam setiap pagi, masyarakat bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun sehingga tidak mudah sakit. Dengan pola tersebut diharapkan angka penderita penyakit kronis dapat turun.

"Kalau jumlah peserta JKN-KIS yang sakit kronis turun, maka pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif," jelasnya.

Saat ini, total peserta BPJS Sleman yang juga membawahi Kulonprogo sebanyak 1,257,336 orang. Dadi jumlah tersebut sebanyak 882.000 orang tercatat penduduk Sleman dan 335.000 orang berasal dari Kulonprogo. Sementara jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang terdaftar sebanyak 161 FKTP terdiri atas Puskesmas, dokter keluarga, dokter gigi, dan klinik kesehatan.

Sementara itu, dokter spesialis Geriatri Probosuseno menjelaskan, penyakit-penyakit kronis seperti stroke, gagal ginjal, deabetes mellitus dan hipertensi mudah menyerangan kalangan lansia. Hal itu terjadi karena banyaknya penurunan fungsi organ tubuh sehingga para lansia diminta untuk melakukan pola hidup sehat serta memakan makanan dengan gizi seimbang.

Dia mengatakan, orang-orang tua atau orang yang telah lama menderita sakit lebih suka tetap tinggal di rumah. Dalam kondisi tersebut, dukungan keluarga juga dibutuhkan. Selain itu, penderita penyakit kronis harus melakukan pengobatan sebaik-baiknya hal itu dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi komplikasi walaupun sudah sakit.