Advertisement
MANGROVE KULONPROGO : Pengembangan Wisata Terbentur Konflik Internal
Advertisement
Sejauh ini ada empat pengelola, yakni Kelompok Pasir Kadilangu, Kelompok Api-api, Kelompok Maju Lestari dan Wana Tirta
Harianjogja.com, KULONPROGO—Urusan konflik internal antar-pengelola kawasan mangrove jadi permasalahan yang masih menghambat pengembangan wisata di Pasir Kadilangu dan Pasir Mendit di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo.
Advertisement
Dinas Pariwisata Kulonprogo pernah menggelar forum diskusi bersama untuk menggali masukan masyarakat mengenai kawasan hutan mangrove namun tidak semua pengelola kawasan hadir. Sejauh ini ada empat pengelola, yakni Kelompok Pasir Kadilangu, Kelompok Api-api, Kelompok Maju Lestari dan Wana Tirta.
"Dispar tidak bisa berbuat banyak ketika antar-pengelola wisata mangrove tidak akur dan tidak mau kerja sama. Pembuatan rencana induk kawasan hutan mangrove ditujukan untuk kepentingan mereka [pengelola wisata] ke depan setelah adanya New Yogyakarta International Airport,” ungkap Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dispar Kulonprogo, Didik, Minggu (2/7/2017).
Koordinator Wana Tirta Warso menjelaskan sejak awal kelompoknya berkomitmen mengembangkan kawasan mangrove untuk kesejahteraan bersama. Ketika ada masalah antar-pengelola wisata mangrove, maupun dengan masyarakat Jogoboyo, Purworejo, pihaknya memilih menyikapinya dengan santai. “Selalu membuka pintu komunikasi dengan semua pihak, tapi tidak pernah menemukan solusi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





