Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Ilustrasi truk pengangkut pasir terjebak di Kali Gendol, Sleman yang merupakan jalur lahar Gunung Merapi. (JIBI/Solopos/Antara/Regina Safri)
Rencana penambangan pasir di Kali Gendol seluas 4,4 hektare yang akan dilakukan Koperasi Petruk masih terganjal izin
Harianjogja.com, SLEMAN - Rencana penambangan pasir di Kali Gendol seluas 4,4 hektare yang akan dilakukan Koperasi Petruk masih terganjal izin. Mereka berharap, izin eksploitasi segera turun agar warga bisa mencari nafkah dengan cara legal.
Ketua Koperasi Petruk Sutopo mengatakan, pihaknya masih menunggu proses izin eksploitasi penambangan pasir di Kali Gendol, Cankringan. "Sampai saat ini izin eksploitasi masih belum turun. Jadi kami belum bisa melakukan aktivitas penambangan," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (10/9/2017).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi rekomendasi teknis (Rekomtek) dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan izin eksplorasi dari Balai Pengendalian Pengawasan Pertambangan ESDM (BP3Esdm) DIY. "Hanya saja izin eksploitasi belum turun. Dokumen masih di BLH DIY," katanya.
Dia berharap proses izin eksploitasi segera turun karena masyarakat sudah menunggu lama. Jika izin tersebut turun, warga segera bisa bekerja lagi untuk mata pencaharian dan untuk pembangunan.
"Selama vakum ini, warga ada yang mencari rumput untuk ternak ,ada yang jadi buruh bangunan, ada juga yag cari pasir secara manual," katanya.
Penambangan tersebut, katanya, tidak hanya melakukan aktivitas penambangan tetapi juga akan banyak melakukan aktivitas pemberdayaan kepada masyarakat. Selain dapat menyerap jumlah tenaga kerja (warga sekitar), Koperasi Petruk juga akan memberikan edukasi kepada penambang untuk menabung.
Pengelolaan penambangan tersebut nantinya diserahkan ke warga. Konsep tersebut, katanya, sudah di sepakati oleh semua pihak. Dari hasil penambangan tersebut nantinya dikembalikan untuk kesejahteraan warga. Nanti ada dana untuk pemeliharaan jalan, dan juga dana sosial.
"Jadi tidak hanya sekadar melakukan eksploitasi tetapi juga bisa berdampak positif bagi warga secara ekonomi," katanya. Sampai saat ini anggota Koperasi Pertuk tercatat 107 orang.
Terpisah, Kepala BP3Esdm DIY Agung Satrio menjelaskan, untuk wilayah Sleman area pertambangan hanya dibolehkan di sungai. Kecuali ijin khusus penjualan untuk kegiatan non pertambangan. Hal itu juga akan dilakukan oleh Koperasi Petruk dan PT Gendol Perkasa.
"Untuk PT Gendol Perkasa sudah keluar izin operasi produksinya eksploitasinya sementara untuk Koperasi Petruk masih tahap FS (fisibility Study)," jelasnya.
Menurut Agung, saat ini PT Gendol Perkasa sudah melakukan eksploitasi sesuai area yang ditetapkan. Pematokan wilayah sudah dilakukan sejak awal September ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kadar klaim. Simak cara mengenali dan memastikan beras fortifikasi.
Persib menghadapi FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027. Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda absen, sementara Igor Tolic masih memantau kondisi pemain.
Pemerintah integrasikan CKG dan penanganan TBC. Kota Magelang jadi percontohan layanan rujukan. Simak penjelasan Wamenkes dan Wali Kota Magelang.
Kasus KPK menyoroti HGB. Simak pengertian, jenis tanah, jangka waktu, hingga hal yang perlu diperiksa sebelum bertransaksi.
Googlebook mulai membuka pre-order 21 September 2026. Simak jadwal, vendor pembuat, fitur Gemini, integrasi Android, dan informasi yang belum diumumkan.