Advertisement

Pemanfaatan Ikan Tuna Sirip Biru Selatan di Indonesia Belum Optimal

Holy Kartika Nurwigati
Rabu, 11 Oktober 2017 - 00:20 WIB
Kusnul Isti Qomah
Pemanfaatan Ikan Tuna Sirip Biru Selatan di Indonesia Belum Optimal

Advertisement

Pada tahun sebelumnya, dari kuota yang diberikan, hanya 600 ton tuna sirip biru selatan yang dapat dicapai Indonesia

Harianjogja.com, SLEMAN-Potensi perikanan laut lepas di kawasan selatan Indonesia masih sangat besar. Namun, potensi itu belum dapat dimanfaatkan secara optimal.  Terutama sumber daya Southern Bluefin Tuna (SBT) atau ikan tuna sirip biru yang merupakan salah satu komoditas ikan termahal di dunia.

Advertisement

Hal itu dikemukakan Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) Reza Shah Pahlevi. Kuota tuna sirip biru yang boleh ditangkap Indonesia hanya sebanyak 750 ton.

"Namun, karena penangkapan sebagian besar masih dilakukan armada kapal yang kecil yakni kurang dari 30 gross ton, maka penangkapan masih belum sebanyak itu," ujar Reza dalam The 24th Annual Meeting of The Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel, Senin (9/10/2017).

Reza memaparkan, dari 750 ton, Indonesia mendapat kuota tambahan sebanyak 149 ton yang berasal dari sisa kuota tahun 2016. Pada tahun sebelumnya, dari kuota yang diberikan, hanya 600 ton tuna sirip biru selatan yang dapat dicapai Indonesia.

Hal itu disebabkan jumlah armada pengangkatan tuna ini dari laut lepas umumnya didominasi oleh armada skala kecil. Di mana jumlah kapal kurang dari 30 GT hanya tersedia 85 unit, sedangkan kapal di atas 30 GT hanya tersedia 452 unit.

Pertemuan ini dihadiri 150 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dan non government organization (NGO) terkait perikanan tuna internasional. Di mana dalam organisasi CCSBT ini terdiri dari delapan anggota yakni Australia, Uni Eropa, Taiwan, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru dan Afrika Selatan, serta satu negara bukan anggota penuh, yakni Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya

Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya

News
| Sabtu, 04 April 2026, 06:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement